KAPOLSEK ROWOKANGKUNG TURUN KE SAWAH, TANAM PADI BERSAMA PETANI DI LAHAN 6 HEKTAR

Lumajang, Suara Semeru – Seragam polisi tak hanya terlihat di jalan maupun ruang pelayanan publik. Di Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Kapolsek Rowokangkung Iptu Nur Mofit memilih turun langsung ke tengah hamparan sawah dan menanam padi bersama para petani.

Kehadiran tersebut menjadi bagian dari Gerakan Tanam Kebangkitan Nasional Serentak se-Jawa Timur, sekaligus memperlihatkan keterlibatan aparat kepolisian dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Bersama jajaran Forkopimcam Rowokangkung, kelompok tani dan sejumlah unsur terkait, Iptu Nur Mofit ikut melakukan penanaman padi di lahan seluas 6 hektare. Kegiatan berlangsung di tengah lahan pertanian Desa Rowokangkung dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Camat Rowokangkung, Danramil Rowokangkung, Koordinator POPT Kabupaten Lumajang, Kepala Desa Rowokangkung, serta pengurus dan anggota kelompok tani.

Bagi sektor pertanian, penanaman bukan sekadar aktivitas rutin di lahan. Di balik hamparan sawah tersebut terdapat persoalan produktivitas, keberlanjutan pengelolaan lahan, kebutuhan petani, hingga pentingnya menjaga kondisi lingkungan pertanian tetap aman dan kondusif.

Karena itu, kehadiran unsur pemerintah, TNI, Polri dan kelompok tani dalam satu kegiatan menjadi ruang membangun komunikasi secara langsung.

Iptu Nur Mofit mengatakan, keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap masyarakat, khususnya petani yang memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Kami memberikan semangat kepada para petani agar terus mengelola lahan dengan baik. Kami juga siap mendukung dan menjaga agar kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas pertanian, dapat berjalan aman dan lancar,” ujar Iptu Nur Mofit saat dikonfirmasi satudetik.online, Kamis (1/10/2026).

BUKAN SEKADAR SEREMONIAL

Turun langsung ke sawah juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk membangun komunikasi dengan masyarakat dari jarak dekat.

Iptu Nur Mofit mengajak kelompok tani tidak hanya menjaga produktivitas pertanian, tetapi juga ikut memperhatikan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar lahan pertanian.

Menurutnya, komunikasi antara petani dan aparat menjadi penting. Persoalan yang muncul di lapangan diharapkan tidak dibiarkan berkembang tanpa koordinasi, melainkan segera disampaikan kepada pihak terkait untuk dicari penyelesaiannya.

“Kami mengajak para petani untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. Jangan ragu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun kepolisian apabila ada persoalan yang membutuhkan penanganan,” katanya.

Pesan tersebut menempatkan petani bukan hanya sebagai penerima dukungan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sosial tetap aman dan kondusif.

Di tengah kegiatan penanaman, interaksi antara aparat dan petani berlangsung dalam suasana yang lebih cair. Tidak ada sekat formal ketika seluruh peserta berada di lahan yang sama, melakukan aktivitas yang sama dan berbicara langsung mengenai kondisi masyarakat.

6 HEKTARE DAN TANTANGAN MENJAGA PRODUKTIVITAS

Penanaman padi di lahan seluas 6 hektare menjadi bagian konkret dari gerakan tanam serentak. Namun, pekerjaan sektor pertanian tentu tidak berhenti ketika bibit selesai ditanam.

Tahapan berikutnya membutuhkan perawatan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, pengelolaan lahan dan air, hingga memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik sampai masa panen.

Di titik inilah sinergi lintas sektor menjadi penting. Petani membutuhkan dukungan teknis dari sektor pertanian, pemerintahan desa dan kecamatan sebagai penghubung kebijakan serta pelayanan, sementara unsur keamanan berperan menjaga situasi tetap kondusif.

Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan di Rowokangkung menunjukkan bahwa persoalan pertanian tidak berdiri sendiri. Produktivitas lahan berkaitan dengan kerja bersama banyak pihak.

MAKAN BERSAMA DI TENGAH SAWAH

Setelah penanaman selesai, seluruh peserta kemudian makan bersama di area persawahan.

Momentum sederhana tersebut justru menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara aparat, pemerintah dan masyarakat. Percakapan informal memungkinkan komunikasi berlangsung tanpa jarak birokrasi.

Bagi Iptu Nur Mofit, kebersamaan semacam itu perlu terus dipelihara.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang penanaman, tetapi juga bagaimana kita membangun kebersamaan dan komunikasi dengan masyarakat. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Gerakan Tanam Kebangkitan Nasional Serentak se-Jawa Timur di Desa Rowokangkung berlangsung aman, lancar dan kondusif. Penanaman padi di lahan seluas 6 hektare terlaksana sesuai rencana.

Lebih dari sekadar seremoni tanam, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara program pertanian, dukungan aparat dan kekuatan gotong royong masyarakat. Di hamparan sawah Rowokangkung, pesan yang dibangun cukup jelas: menjaga pertanian membutuhkan kerja bersama, bukan hanya satu institusi. (yon)



Posting Komentar

0 Komentar