Lumajang, Suara Semeru – Suasana hajatan pernikahan di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, mendadak berubah menjadi kepanikan. Sebuah truk yang diduga mengalami rem blong melaju tak terkendali hingga menabrak warga dan sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi acara, Kamis (17/9/2026) sore.
Peristiwa tersebut kini masih dalam penyelidikan Satlantas
Polres Lumajang. Polisi tengah mendalami penyebab kecelakaan, termasuk
kemungkinan adanya human error atau kelalaian manusia.
Dalam perkembangan terbaru, jumlah korban meninggal dunia
bertambah menjadi dua orang. Sementara itu, sembilan orang lainnya mengalami
luka-luka dan menjalani perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang.
Kecelakaan terjadi di jalan raya Desa/Kecamatan Gucialit.
Truk bernopol N 8187 YH yang dikemudikan Kasim (69), warga Desa Sumberejo,
Kecamatan Sukodono, disebut mengalami rem blong sebelum akhirnya menabrak warga
serta kendaraan yang sedang terparkir di sekitar lokasi hajatan.
Pada laporan awal setelah kejadian, satu orang dinyatakan
meninggal dunia dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka.
Namun, data tersebut kemudian berubah seiring perkembangan
kondisi para korban. Berdasarkan laporan terbaru Unit Laka Satlantas Polres
Lumajang, satu korban kembali dinyatakan meninggal dunia sehari setelah
kecelakaan. Jumlah korban luka-luka juga bertambah menjadi sembilan orang.
Seluruh korban luka saat ini masih mendapatkan perawatan
medis di RSUD dr Haryoto Lumajang.
POLISI MASIH DALAMI PENYEBAB KECELAKAAN
Di balik kecelakaan tersebut, polisi kini berusaha mengurai
rangkaian peristiwa untuk memastikan penyebab sebenarnya. Pemeriksaan terhadap
sejumlah saksi dari pihak korban masih dilakukan untuk mencari gambaran utuh
mengenai kecelakaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu
Ardiana mengatakan, penyelidikan masih berlangsung, termasuk untuk menemukan
ada atau tidaknya unsur pidana dalam kecelakaan tersebut.
Menurutnya, kemungkinan adanya human error juga masih
menjadi bagian yang didalami penyidik. Namun, polisi belum dapat memperoleh
keterangan langsung dari pengemudi truk karena yang bersangkutan masih
menjalani perawatan di rumah sakit.
“Jadi, (dugaan human error, Red) masih dalam proses
penyidikan karena untuk pengemudi masih syok di rumah sakit umum dan belum bisa
dimintai keterangan untuk yang lebih detail,” ungkap Dendy.
Kondisi pengemudi menjadi salah satu kendala dalam proses
pemeriksaan. Polisi masih menunggu kondisi Kasim memungkinkan untuk dimintai
keterangan secara lebih mendalam.
Sementara itu, keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan
di lokasi kejadian menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui
bagaimana kecelakaan tersebut terjadi.
Polisi juga masih mendalami apakah kecelakaan murni dipicu
gangguan pada sistem pengereman atau terdapat faktor lain yang turut berperan.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan belum disimpulkan.
Penyelidikan masih berjalan dan polisi masih mengumpulkan keterangan serta
bukti sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Di sisi lain, bertambahnya jumlah korban meninggal dunia
menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi
hajatan. Peristiwa yang semula menjadi bagian dari sebuah perayaan keluarga
tersebut berubah menjadi kecelakaan tragis yang menyisakan duka dan pertanyaan
tentang penyebabnya. (yon)

0 Komentar