PERGANTIAN PIMPINAN TAK BOLEH HENTIKAN PELAYANAN PUBLIK DI LUMAJANG

 

Lumajang, Suara Semeru - Pergantian pimpinan di lingkungan pemerintahan tidak boleh menghentikan pelayanan maupun program yang telah berjalan untuk masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono saat serah terima jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang, Senin (21/9/2026).

Agus mengatakan, pergantian pejabat harus menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan program sekaligus mempercepat kinerja organisasi.

Pejabat yang menerima amanah baru, kata dia, perlu segera memahami tugas dan tanggung jawabnya, melanjutkan program yang telah berjalan baik, serta melakukan perbaikan pada bagian yang masih membutuhkan penguatan.

“Jabatan adalah amanah, bukan penghargaan, melainkan tanggung jawab. Kinerja organisasi tidak boleh berhenti karena pergantian pimpinan,” ujar Agus.

Birokrasi Harus Adaptif

Agus menuturkan, tantangan pemerintahan terus berkembang sehingga birokrasi dituntut mampu menyesuaikan cara kerja dengan kebutuhan masyarakat.

Hal itu mencakup upaya menghadapi efisiensi anggaran, memperkuat transformasi digital, hingga meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Karena itu kita tidak boleh menggunakan cara kerja lama untuk menyelesaikan persoalan yang sudah berubah,” katanya.

Menurut Agus, integritas, orientasi pada hasil, kolaborasi, inovasi, dan pelayanan harus menjadi landasan bagi pejabat dalam menjalankan tugas.

Ia menekankan bahwa ukuran kinerja pemerintahan tidak hanya dilihat dari terlaksananya sebuah program. Lebih dari itu, program harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Digitalisasi dan Kolaborasi Diperkuat

Pemanfaatan teknologi digital, lanjut Agus, menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperkuat di lingkungan pemerintahan.

Digitalisasi diharapkan dapat menyederhanakan proses administrasi, meningkatkan efisiensi kerja, sekaligus membuat pelayanan publik lebih mudah dan transparan.

Selain itu, koordinasi lintas perangkat daerah dinilai penting untuk memastikan persoalan yang berpotensi menghambat pelayanan dapat dikenali sejak awal.

Dengan demikian, langkah mitigasi dan pencegahan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Lanjutkan hal-hal baik yang sudah dibangun, perbaiki hal-hal yang masih menjadi kelemahan, dan percepat penyelesaian persoalan yang dirasakan masyarakat,” tutur Agus.

Serah terima jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama tersebut menjadi momentum bagi pejabat yang menerima amanah baru untuk segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Pergantian pimpinan diharapkan tidak menimbulkan jeda dalam pelaksanaan program pemerintah. Sebaliknya, pergantian tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus memperbaiki aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Bagi masyarakat, kesinambungan pelayanan menjadi bagian penting dari kualitas pemerintahan. Pelayanan diharapkan tetap berjalan, program yang telah direncanakan dapat dilanjutkan, dan persoalan baru dapat direspons dengan cara kerja yang sesuai dengan kebutuhan.

Melalui serah terima jabatan itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong birokrasi untuk terus bekerja secara adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.

Energi baru dari pejabat yang menerima amanah diharapkan dapat memperkuat kinerja organisasi sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan bagi masyarakat.(har)


Posting Komentar

0 Komentar