Lumajang, Suara Semeru – Suara radio kembali menjadi ruang bertemunya pesan kemanusiaan dan cerita masyarakat. Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI), Radio Semeru FM bersama PMI Kabupaten Lumajang membuka ruang dialog untuk mendekatkan kerja-kerja kemanusiaan kepada masyarakat, Selasa, 22 September 2026.
Bukan sekadar perbincangan di ruang siar, dialog interaktif
bertema “Peduli, Bergerak, Bersama untuk Kemanusiaan” itu menjadi kesempatan
bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai kiprah PMI. Mulai dari
pelayanan donor darah, ketersediaan darah, penanggulangan bencana, hingga
berbagai kegiatan kemanusiaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Tiga narasumber hadir dalam dialog tersebut. Mereka adalah
dr. Halimi Maksum, MMRS, Kepala UDD PMI Lumajang; Drs. Masduki, Wakil Ketua PMI
Bidang Penanggulangan Bencana (PB); serta Nurhadi Santoso, SP, Sekretaris
sekaligus Kepala Markas PMI Kabupaten Lumajang.
Dipandu host Teguh Ekaja, suasana dialog berlangsung
dinamis. Pendengar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut
mengambil bagian. Pertanyaan, tanggapan, hingga pengalaman masyarakat
disampaikan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp yang masuk ke ruang
siar Radio Semeru FM.
Dari interaksi tersebut terlihat bahwa isu kemanusiaan masih
dekat dengan kehidupan masyarakat. Bagi sebagian warga, PMI bukan sekadar nama
sebuah organisasi, melainkan bagian dari layanan yang dibutuhkan ketika
keluarga memerlukan darah atau ketika bencana dan kondisi darurat datang tanpa
diduga.
Kerja kemanusiaan itu pun tidak hanya dilakukan ketika
bencana besar terjadi. Jauh dari sorotan, PMI Lumajang telah menjalankan
berbagai kegiatan untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan
sehari-hari.
“Sebelum tema ini muncul, kami sudah melakukan berbagai
kegiatan kemanusiaan, terutama pada wilayah yang terdampak kekeringan, seperti
di wilayah Lumajang bagian utara dan di wilayah Kecamatan Padang,” jelas salah
satu narasumber.
Kekeringan menjadi salah satu kondisi yang membutuhkan
kehadiran dan kepedulian bersama. Ketika kebutuhan dasar seperti air bersih
menjadi persoalan, kerja kemanusiaan tidak lagi berbicara tentang siapa yang
datang lebih dulu, melainkan bagaimana berbagai pihak dapat bergerak untuk
membantu masyarakat yang membutuhkan.
Di sinilah ruang publik seperti radio memiliki peran
penting. Melalui siaran, informasi mengenai program dan pelayanan PMI dapat
menjangkau masyarakat secara lebih luas. Pada saat yang sama, radio membuka
pintu komunikasi dua arah sehingga suara masyarakat dapat disampaikan secara
langsung.
Kehadiran jajaran PMI Lumajang di Radio Semeru FM menjadi
bagian dari upaya membangun komunikasi tersebut. Masyarakat memperoleh
kesempatan untuk bertanya langsung kepada pihak yang terlibat dalam pelayanan
kemanusiaan, sementara PMI dapat mendengar berbagai kebutuhan dan perhatian
warga.
Momentum HUT PMI tahun 2026 akhirnya tidak berhenti pada
seremoni. Ada pesan yang lebih panjang di balik peringatan tersebut: bahwa
kerja kemanusiaan membutuhkan banyak tangan.
PMI memiliki peran, demikian pula relawan, pendonor darah,
masyarakat, media, dan berbagai unsur lainnya. Masing-masing memiliki ruang
untuk berkontribusi. Sebab, kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya
diwujudkan melalui rasa simpati. Kepedulian membutuhkan gerakan dan tindakan
nyata.
Dari sebuah studio radio, pesan itu kembali ditegaskan:
kemanusiaan akan menjadi lebih kuat ketika kepedulian tidak berjalan sendiri.
Peduli, bergerak, dan bersama tiga kata yang menjadi tema
dialog tersebut sekaligus menggambarkan bahwa kerja kemanusiaan pada akhirnya
adalah kerja bersama untuk sesama. (yon)

0 Komentar