Lumajang, Suara Semeru - Masyarakat di Lumajang, Jawa Timur, diminta tidak panik menyikapi antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan
penyaluran Pertalite terus diperkuat. Pengisian kembali stok di sejumlah SPBU
juga dilakukan untuk mempercepat pemulihan ketersediaan bahan bakar minyak
(BBM).
Antrean BBM terjadi di sejumlah SPBU di Jember, Lumajang, dan
wilayah sekitarnya pada Senin (7/9/2026). Kondisi tersebut dipengaruhi gangguan
distribusi akibat kemacetan panjang di jalur Ketapang, Banyuwangi, serta
peningkatan konsumsi BBM.
Dari sisi penyaluran, realisasi Pertalite pada 5 September
2026 telah mencapai sekitar 110 persen. Pertamina menyebut penyaluran tersebut
merupakan bagian dari upaya membangun kembali stok di SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina
Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, pihaknya terus
mengambil sejumlah langkah untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
"Kami memahami adanya antrean yang terjadi di sejumlah
SPBU Jember, Lumajang dan sekitarnya. Pertamina terus memperkuat penyaluran dan
mengatur prioritas pengiriman, khususnya untuk SPBU di pusat kota," ujar
Ahad, Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah
daerah agar masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Distribusi Terkendala Kemacetan
Salah satu kendala distribusi BBM adalah kemacetan di jalur
Ketapang, Banyuwangi. Panjang antrean kendaraan di jalur tersebut dilaporkan
mencapai sekitar 12 kilometer.
Kemacetan membuat waktu tempuh mobil tangki menuju SPBU di
Jember dan wilayah sekitarnya menjadi lebih panjang. Akibatnya, pengiriman BBM
tidak dapat berlangsung seoptimal kondisi normal.
Di sisi lain, konsumsi produk gasoline juga meningkat
dibandingkan kondisi normal. Kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan BBM
disebut turut mendorong pembelian dalam jumlah lebih banyak.
Kondisi tersebut kemudian memberikan tekanan terhadap
ketersediaan stok di sejumlah SPBU.
Pola Distribusi Diatur Ulang
Untuk mempercepat pemulihan stok, Pertamina mengatur kembali
pola distribusi berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.
Koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah dan pihak
terkait. Pertamina juga mengoptimalkan pola distribusi, termasuk melalui skema
alih pasokan atau alih supply.
Pertamina berkoordinasi dengan Integrated Terminal (IT)
Tanjungwangi untuk memprioritaskan pengiriman BBM ke SPBU di wilayah pusat
kota.
Dukungan alih pasokan dari IT Surabaya dan IT Malang juga
terus diupayakan. Langkah tersebut dilakukan agar armada dapat lebih difokuskan
untuk memperkuat pasokan di Lumajang, Jember, dan wilayah sekitarnya.
Pertamina menyatakan penyaluran BBM dipantau secara berkala.
Penyesuaian distribusi dapat dilakukan apabila kebutuhan di suatu wilayah
mengalami peningkatan.
Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak
melakukan pembelian secara berlebihan.
Pertamina berharap masyarakat tetap tenang sembari mengikuti
informasi resmi mengenai ketersediaan BBM.
Masyarakat juga dapat melaporkan apabila menemukan indikasi
penyalahgunaan atau pelayanan SPBU yang tidak sesuai ketentuan melalui
Pertamina Contact Center 135. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai
prosedur.(har)

0 Komentar