Lumajang, Suara Semeru – Struktur birokrasi Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali bergerak. Sebanyak 13 pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati, Rabu (16/9/2026).
Pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian posisi.
Penataan kali ini menyentuh sejumlah jabatan strategis di lingkungan organisasi
perangkat daerah (OPD), termasuk pergeseran empat pejabat pimpinan tinggi
pratama (JPT).
Di sisi lain, perombakan tersebut belum sepenuhnya menutup
persoalan kekosongan jabatan. Pemkab Lumajang masih harus membuka seleksi
terbuka JPT untuk mengisi empat posisi kepala OPD yang hingga kini belum
memiliki pejabat definitif.
Empat pejabat JPT yang bergeser mendapat mandat baru. Indra
Wibowo Leksana, S.Sos., M.M., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kearsipan
dan Perpustakaan, kini dipercaya menjadi Asisten Administrasi Sekretaris Daerah
Kabupaten Lumajang. Jabatan tersebut sebelumnya kosong setelah pejabat
sebelumnya memasuki masa pensiun.
Perubahan berikutnya terjadi pada sektor pendidikan. Patria
Dwi Hastiadi, AP., M.Si., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata, kini dipercaya memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Lumajang.
Sementara Endhi Setyo Arifianto, S.Sos., M.Si., yang
sebelumnya menjabat Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD), bergeser
menjadi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
Sedangkan Hindam Adri Abadan, S.IP., yang sebelumnya
menjabat Kepala Satpol PP, kini mendapatkan amanah memimpin BPRD.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyebut rotasi dan mutasi
merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan. Penataan dilakukan
antara lain untuk menjaga keberlangsungan roda pemerintahan ketika terdapat
jabatan yang kosong.
"Ada empat pimpinan jabatan tinggi pratama (JPT)
mengisi jabatan baru. Yakni pengisian Asisten Administrasi yang sebelumnya
menjabat Kepala Dinas Perpustakaan karena kosong ditinggal pensiun," ujar
Indah, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, pergeseran juga dilakukan untuk mengisi
kebutuhan pada sejumlah OPD strategis.
"Kemudian, Kepala BPRD diisi dari Kepala Satpol PP,
Kepala Perpustakaan diisi dari Kepala BPRD," katanya.
KADISDIKBUD DEFINITIF, POSISI PLT BERAKHIR
Salah satu perubahan yang cukup menonjol terjadi di Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan. Jabatan kepala dinas yang sebelumnya dijalankan oleh
pelaksana tugas (Plt), kini telah memiliki pejabat definitif.
Indah mengatakan, posisi tersebut kini dipercayakan kepada
pejabat yang sebelumnya memimpin Dinas Pariwisata.
"Dinas Pendidikan yang selama ini kosong diisi Plt.
Kadis Pariwisata yang saya anggap bisa untuk definitif," jelasnya.
Namun, keputusan tersebut sekaligus memunculkan konsekuensi
baru. Ketika pejabat bergeser ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, jabatan
Kepala Dinas Pariwisata kembali mengalami kekosongan.
Artinya, penataan birokrasi kali ini menyelesaikan sebagian
persoalan kekosongan jabatan, tetapi pada saat yang sama memunculkan kebutuhan
pengisian jabatan pada OPD lain.
EMPAT OPD STRATEGIS MASIH MENUNGGU PEJABAT DEFINITIF
Pekerjaan rumah Pemkab Lumajang belum selesai. Setelah
pelantikan dan rotasi, masih terdapat empat jabatan kepala OPD yang kosong.
Keempatnya yakni Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah
(BPKD), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Pariwisata,
serta Kepala Inspektorat Kabupaten Lumajang.
Kekosongan tersebut membuat pemerintah daerah harus
melanjutkan penataan melalui mekanisme seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi
pratama. Indah memastikan proses tersebut akan segera dilakukan.
"Jadi nanti kita mau buka seleksi terbuka jabatan JPT
untuk posisi sejumlah kepala dinas yang kosong tersebut," kata Indah.
Kondisi ini membuat pelantikan 13 pejabat pada September
2026 belum menjadi akhir dari rangkaian penataan birokrasi Pemkab Lumajang.
Masih ada tahapan berikutnya yang akan menentukan siapa yang
nantinya dipercaya memimpin empat OPD strategis tersebut.
BPKD berkaitan langsung dengan pengelolaan keuangan daerah.
Satpol PP memiliki fungsi penting dalam penegakan peraturan daerah dan
ketertiban umum. Dinas Pariwisata berkaitan dengan pengembangan sektor
pariwisata daerah, sedangkan Inspektorat memiliki posisi strategis dalam
pengawasan internal pemerintahan.
Karena itu, pengisian jabatan definitif pada empat OPD
tersebut tidak hanya menyangkut struktur organisasi, tetapi juga kesinambungan
kerja pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan dibukanya seleksi terbuka JPT, proses penataan
birokrasi Lumajang memasuki tahap berikutnya. Setelah rotasi internal
dilakukan, pemerintah daerah kini harus mencari pejabat definitif untuk mengisi
posisi-posisi strategis yang masih kosong.
Rangkaian mutasi dan seleksi tersebut menjadi bagian dari
upaya Pemkab Lumajang memastikan struktur birokrasi tetap berjalan di tengah
perubahan personel dan tuntutan terhadap efektivitas pelayanan publik. (yon)

0 Komentar