JALAN RUSAK 25 TAHUN, WARGA PANDANSARI SENDURO TANAM PISANG DITENGAH JALAN

 

Lumajang, Suara Semeru - Kesabaran warga Dusun Gempol, Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, seolah mencapai batasnya. Jalan yang selama kurang lebih 25 tahun mengalami kerusakan dan belum kunjung mendapatkan perbaikan kini menjadi sorotan masyarakat.

Kondisinya tak lagi sekadar mengganggu kenyamanan. Jalan yang menjadi salah satu akses penting warga tersebut dipenuhi kerusakan hingga membuat aktivitas masyarakat terganggu. Sebagai bentuk kekecewaan, warga bahkan menanam pohon pisang di sepanjang badan jalan yang rusak.

Aksi itu bukan sekadar simbol. Bagi warga, pohon pisang yang tumbuh di tengah jalan menjadi gambaran betapa lamanya mereka menunggu perhatian pemerintah.

Adim, warga setempat, mengatakan penanaman pohon pisang dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang dinilai tak kunjung mendapat penanganan.

“Ini jalan umum, kenapa sampai separah ini dan belum diperbaiki,” keluh Adim, Selasa malam (22/9/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut telah berulang kali dirasakan masyarakat. Warga berharap pemerintah, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga Kabupaten Lumajang, tidak hanya mengetahui kondisi jalan, tetapi juga mengambil langkah nyata.

Kekecewaan serupa disampaikan Solikin. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut bukan sekadar jalan lingkungan, melainkan menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Jalur tersebut digunakan warga untuk menuju pasar, puskesmas, sekolah, serta berbagai fasilitas pelayanan masyarakat lainnya. Karena itu, kerusakan jalan dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas dan aktivitas warga.

“Ini akses utama masyarakat. Kalau kondisinya rusak seperti ini, tentu sangat mengganggu,” ujarnya.

Keluhan warga juga datang dari Sugiarti. Ia menyebut kerusakan jalan tersebut telah menimbulkan persoalan keselamatan bagi pengguna jalan.

Menurutnya, sudah ada warga yang terjatuh saat melintas akibat kondisi jalan yang rusak. Situasi tersebut, kata dia, semestinya menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keselamatan masyarakat.

“Sudah banyak yang jatuh akibat jalan rusak ini. Tapi sampai sekarang pemerintah masih saja abai,” ungkapnya.

Bagi warga Dusun Gempol, persoalan jalan bukan lagi sekadar soal infrastruktur. Kerusakan yang berlangsung selama bertahun-tahun telah bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, akses kesehatan hingga keselamatan pengguna jalan.

Penanaman pohon pisang di badan jalan akhirnya menjadi pesan terbuka dari masyarakat: ketika jalan yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas warga dibiarkan rusak selama bertahun-tahun, warga memilih menunjukkan sendiri kepada publik seperti apa kondisi akses yang mereka lalui setiap hari.

Warga berharap pemerintah segera turun ke lapangan, melihat langsung kondisi jalan, sekaligus memberikan kepastian mengenai langkah penanganannya. Mereka tidak ingin persoalan tersebut kembali berhenti pada pendataan dan janji perbaikan tanpa realisasi. (yon)

 


Posting Komentar

0 Komentar