Lumajang, Suara Semeru – Api yang semula sengaja dinyalakan untuk membersihkan sisa panen tebu berubah menjadi ancaman serius. Kobaran api mendadak membesar setelah diterpa angin kencang dan merambat ke lahan tebu yang masih berdiri. Seorang warga bahkan mengalami luka bakar saat berupaya menghentikan api agar tidak semakin meluas.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, Selasa
(22/9/2026), di Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang.
Warga yang mengalami luka bakar diketahui bernama Tohir
(50). Ia merupakan warga setempat yang saat kejadian tengah berupaya
membersihkan lahan pertanian dengan membakar gaduk atau sisa tanaman tebu yang
telah dipanen.
Semula, aktivitas pembakaran tersebut diperkirakan hanya
berlangsung di area sisa panen. Namun kondisi berubah ketika angin bertiup
cukup kencang. Api dengan cepat menjalar ke sisi kanan dan kiri hingga
menyambar tanaman tebu yang masih belum dipanen.
Kobaran api yang terus membesar membuat situasi menjadi
sulit dikendalikan. Tohir yang melihat api semakin meluas kemudian berusaha
melakukan pemadaman secara langsung.
Namun upaya tersebut tidak berjalan mudah. Tiupan angin
membuat arah rambatan api sulit diprediksi. Dalam kondisi kelelahan, Tohir
akhirnya terdampak kobaran api hingga mengalami luka bakar.
Lahan yang terbakar diketahui berada berdekatan dengan lahan
milik Mardi, Martono, Saiful dan Marsono. Keberadaan tanaman tebu yang belum
dipanen membuat api berpotensi terus merambat apabila tidak segera
dikendalikan.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut kemudian
bergerak membantu menangani kobaran api sekaligus mencegah api menjalar lebih
luas.
Biden, warga setempat, mengatakan kondisi angin saat
kejadian cukup kencang sehingga membuat api cepat merambat.
“Anginnya cukup kencang, sehingga api cepat menjalar. Warga
langsung berusaha membantu setelah mengetahui api mulai meluas,” ujar Biden.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran betapa cepat aktivitas
pembakaran sisa tanaman berubah menjadi persoalan serius ketika dilakukan dalam
kondisi angin kencang. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan
dapat kehilangan kendali dan menyambar tanaman di sekitarnya.
Selain mengancam lahan pertanian, kondisi tersebut juga
menempatkan warga yang berusaha melakukan pemadaman secara manual dalam risiko
keselamatan. Kasus Tohir menjadi salah satu konsekuensi langsung ketika kobaran
api sulit dikendalikan.
Hingga berita ini ditulis, Kasi Humas Polres Lumajang Ipda
Suprapto belum memberikan respons atas konfirmasi yang telah disampaikan
terkait peristiwa tersebut.
Belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai luas lahan
yang terdampak maupun kondisi terkini korban. (yon)

0 Komentar