Lumajang, Suara Semeru - Sebanyak 119 mahasiswa yang mendaftar program beasiswa Pemerintah Kabupaten Lumajang tahun anggaran 2026 kini memasuki tahap verifikasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan calon penerima memenuhi persyaratan sekaligus sesuai dengan sasaran program.
Pendaftaran beasiswa yang dibuka Dinas Sosial, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang berlangsung
pada 9–18 September 2026. Tahun ini, pemerintah daerah menyediakan kuota bagi
77 mahasiswa miskin dan berprestasi.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Kabupaten
Lumajang Saiful Bachri mengatakan, verifikasi diawali dengan pemeriksaan
administrasi terhadap dokumen yang disampaikan para pendaftar.
“Antusiasmenya cukup tinggi. Kami juga terus melakukan
sosialisasi melalui flyer Kominfo dan radio. Sampai saat ini sudah ada 119
pendaftar,” ujar Saiful, Rabu (23/9/2026).
Pemeriksaan mencakup kesesuaian identitas, perguruan tinggi,
jalur penerimaan mahasiswa, hingga domisili. Data tersebut dicocokkan dengan
persyaratan yang telah ditetapkan dalam program beasiswa.
“Data KTP kami cocokkan, termasuk memastikan kampusnya benar
dan jalur masuknya sesuai ketentuan. Penerima harus masuk perguruan tinggi
negeri unggulan melalui jalur SNBP atau SNBT,” kata Saiful.
Setelah verifikasi administrasi selesai, data pemohon akan
dipetakan sebagai dasar untuk verifikasi lapangan. Tahap ini berkaitan dengan
sasaran penerima yang diprioritaskan bagi masyarakat pada desil 1 hingga 5
dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Petugas nantinya mendatangi tempat tinggal calon penerima
untuk mencocokkan data sosial ekonomi dengan kondisi keluarga di lapangan.
Menurut Saiful, verifikasi lapangan diperlukan karena data
sosial ekonomi tidak selalu menggambarkan kondisi keluarga secara utuh.
“Kami perlu melakukan verifikasi lapangan karena ada kondisi
data desil yang tidak selalu menggambarkan keadaan keluarga secara utuh. Ada
yang tercatat pada desil tinggi, tetapi kondisi ekonominya sebenarnya kurang
mampu. Hal seperti ini yang perlu kami cek agar bantuan tepat sasaran,”
ujarnya.
Dengan demikian, penetapan penerima beasiswa tidak hanya
didasarkan pada jumlah pendaftar maupun kelengkapan dokumen. Setiap persyaratan
akan diperiksa untuk memastikan calon penerima sesuai dengan ketentuan program.
Pada 2026, masing-masing penerima beasiswa akan memperoleh
bantuan sebesar Rp6 juta per semester selama menempuh pendidikan di perguruan
tinggi negeri sesuai ketentuan program.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu meringankan beban
biaya pendidikan keluarga sekaligus mendukung mahasiswa Lumajang yang memenuhi
persyaratan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Program beasiswa tersebut merupakan kelanjutan program yang
telah berjalan sejak 2019. Dinsos P3A mencatat sekitar 590 penerima manfaat
dari program sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan mereka.
Saiful mengatakan keberlanjutan program menjadi salah satu
bentuk dukungan pemerintah daerah bagi warga Lumajang yang ingin mengakses
pendidikan tinggi.
“Kami bangga karena program ini bisa membantu warga Lumajang
yang ingin kuliah. Banyak penerima manfaat yang sudah lulus dan menyampaikan
terima kasih karena bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka,” katanya.
Setelah seluruh tahapan verifikasi selesai, pemerintah
daerah akan menetapkan penerima beasiswa tahun 2026 berdasarkan persyaratan dan
sasaran program yang telah ditentukan.(har)

0 Komentar