GEMPA MAGNITUDO 3,5 GUNCANG SELATAN JAWA, EPISENTER 199 KM BARAT DAYA LUMAJANG

 

Lumajang, Suara Semeru — Gempa bumi kembali mengguncang wilayah selatan Jawa Timur pada Senin, 10 Agustus 2026. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 3,5 tersebut terjadi pada pukul 03.41.46 WIB.

Gempa tercatat berpusat di wilayah laut, tepatnya pada koordinat 9,91 derajat Lintang Selatan (LS) dan 112,95 derajat Bujur Timur (BT). Titik episenter berada sekitar 199 kilometer barat daya Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dengan kedalaman mencapai 89 kilometer.

Kedalaman tersebut menunjukkan gempa tergolong cukup dalam. Posisi episenter yang berada jauh dari daratan Lumajang juga menjadi faktor penting dalam membaca potensi dampak gempa tersebut.

BMKG menyampaikan informasi awal gempa melalui kanal resminya dengan menekankan bahwa data yang dirilis mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat.

“Gempa Mag: 3.5, 10-Aug-2026 03:41:46 WIB, Lok: 9.91LS, 112.95BT (199 km BaratDaya LUMAJANG-JATIM), Kedlmn: 89 Km #BMKG.” tulis akun BMKG.

BMKG juga memberikan catatan bahwa informasi awal tersebut belum bersifat final. Hasil pengolahan data masih dapat mengalami perubahan seiring bertambahnya dan semakin lengkapnya data yang diterima.

Episenter Jauh dari Lumajang

Meski dalam informasi BMKG disebutkan wilayah Lumajang sebagai titik rujukan lokasi, episenter gempa sebenarnya berada sekitar 199 kilometer di barat daya Lumajang. Dengan kedalaman 89 kilometer, gempa ini tidak berpusat dangkal di kawasan permukiman Lumajang.

Karakteristik tersebut penting karena kekuatan gempa tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran untuk menentukan apakah guncangan akan terasa kuat di suatu wilayah. Jarak dari episenter, kedalaman gempa, kondisi geologi, hingga karakteristik bangunan turut memengaruhi dampak yang dirasakan masyarakat.

Hingga informasi awal BMKG tersebut dirilis, belum terdapat keterangan dalam laporan tersebut mengenai adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa.

BMKG Ingatkan Data Masih Dapat Berubah

BMKG menegaskan bahwa informasi gempa yang disampaikan pada menit-menit awal mengutamakan kecepatan. Karena itu, parameter seperti magnitudo, koordinat episenter, maupun kedalaman masih memungkinkan mengalami pembaruan setelah proses analisis data selesai.

Masyarakat diimbau mengandalkan informasi resmi BMKG dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Gempa berkekuatan M3,5 ini menjadi pengingat bahwa kawasan selatan Jawa, termasuk wilayah perairan di sekitar Jawa Timur, merupakan kawasan yang memiliki aktivitas kegempaan. Pemantauan terhadap aktivitas seismik tetap diperlukan, terutama karena kondisi tektonik di selatan Jawa berkaitan dengan zona subduksi yang membentang di sepanjang lepas pantai selatan Pulau Jawa. (yon)

 


Posting Komentar

0 Komentar