POLISI DAMPINGI PANEN JAGUNG DI SENDURO, PERKUAT KETAHANAN PANGAN DARI TINGKAT DESA

Lumajang, Suara Semeru - Ketahanan pangan nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah di tingkat pusat, tetapi juga oleh keberhasilan menjaga produktivitas pertanian hingga ke tingkat desa. Di Kabupaten Lumajang, komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi antara kepolisian dan para petani dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan.

Hamparan jagung yang menguning di Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, menjadi gambaran nyata kolaborasi tersebut. Pada Jum’at 17 Juli 2026, anggota Polsek Senduro, Brigadir Redibya M., S.H., turun langsung ke lahan pertanian milik warga untuk memantau proses panen sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar terus menjaga produktivitas lahan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan itu merupakan implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan sektor pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Melalui Program Polisi Penggerak Ketahanan Pangan, Polri memperluas perannya, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendampingi petani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

Di lahan seluas sekitar 0,45 hektare milik Yudi Haroyono, Brigadir Redibya menyaksikan panen jagung varietas Syngenta yang telah memasuki masa panen. Selain memantau kondisi tanaman, ia berdialog langsung dengan pemilik lahan mengenai hasil panen, tantangan budidaya, hingga strategi mempercepat masa tanam berikutnya agar produktivitas lahan tetap terjaga.

Menurut Brigadir Redibya, petani memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Karena itu, kehadiran Polri di tengah aktivitas pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan yang tengah menjadi fokus pemerintah.

"Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut mengawal program ketahanan pangan. Kami ingin memberikan semangat kepada para petani agar terus produktif karena mereka memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mempercepat masa tanam setelah panen selesai. Menurutnya, lahan pertanian yang terus produktif akan menjadi salah satu kunci menjaga kesinambungan pasokan pangan.

"Kami mengajak para petani agar setelah panen segera kembali menanam jagung atau padi sesuai kondisi lahan. Dengan pola tanam yang berkelanjutan, produksi pangan akan tetap terjaga sehingga mampu mendukung program swasembada pangan nasional," katanya.

Selain mendorong percepatan tanam, Brigadir Redibya turut mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi. Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Pemilik lahan, Yudi Haroyono, mengaku kehadiran anggota kepolisian di tengah aktivitas panen memberikan dorongan moral bagi para petani. Menurutnya, perhatian yang diberikan aparat menjadi motivasi untuk terus mengelola lahan secara optimal.

"Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Bapak Polisi memberikan motivasi kepada kami agar tetap semangat bertani. Harapan kami hasil panen terus meningkat sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung kebutuhan pangan masyarakat," ungkapnya.

Yudi juga berharap pendampingan kepada petani terus dilakukan melalui penyuluhan, bantuan sarana produksi, hingga penguatan akses pasar agar kesejahteraan petani semakin meningkat.

Secara terpisah, Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso, S.H., menegaskan bahwa jajaran Polsek Senduro berkomitmen mendukung seluruh program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, peran kepolisian saat ini tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak masyarakat dalam mengoptimalkan potensi pertanian desa.

"Program Polisi Penggerak Ketahanan Pangan merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat. Kami terus mendorong anggota agar aktif melakukan pendampingan kepada petani, mulai dari pemantauan lahan, memberikan motivasi, hingga mengajak petani memanfaatkan lahan secara optimal," jelasnya.

AKP Wahono menilai Kecamatan Senduro memiliki potensi pertanian yang besar sehingga perlu terus dijaga melalui kolaborasi antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan. Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.

Melalui pendampingan di lapangan, Polsek Senduro berharap semangat petani untuk terus mengelola lahan tetap terjaga, sehingga produktivitas pertanian meningkat dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. Sinergi antara aparat dan masyarakat tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri di sektor pangan. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar