Lumajang, Suara Semeru - Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari strategi besar penguatan ketahanan wilayah menghadapi ancaman bencana Gunung Semeru. Melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026, Pemkab Lumajang mengusulkan pembangunan dan peningkatan empat ruas jalan strategis kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antarkawasan, tetapi juga memperkuat sistem evakuasi masyarakat di wilayah yang rentan terhadap aktivitas vulkanik Semeru.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan langsung
usulan tersebut dalam Forum Diskusi Kunjungan Kerja Badan Anggaran DPR RI ke
Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Ruang Binaloka Adhikara, Sekretariat
Daerah Provinsi Jawa Timur. Di hadapan para pemangku kepentingan, Bupati yang
akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa kondisi geografis Lumajang yang
berada di lereng Gunung Semeru menuntut pendekatan pembangunan infrastruktur
yang tidak semata-mata berorientasi pada mobilitas ekonomi, melainkan juga
menjadi instrumen mitigasi bencana.
Menurutnya, karakteristik erupsi Gunung Semeru yang
berpotensi memicu awan panas guguran, banjir lahar, serta kerusakan jaringan
transportasi menjadi tantangan yang terus dihadapi pemerintah daerah. Dalam
situasi tersebut, keberadaan jalur evakuasi yang memadai menjadi kebutuhan
mendesak agar masyarakat memiliki akses yang aman dan cepat ketika aktivitas
vulkanik meningkat.
"Keberadaan jalur evakuasi yang memadai menjadi
kebutuhan mendesak agar masyarakat di kawasan terdampak memiliki akses yang
aman dan cepat ketika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik," ujar Bunda
Indah.
Lebih dari sekadar jalur penyelamatan, infrastruktur jalan
juga memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi
masyarakat. Kabupaten Lumajang yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil
komoditas pertanian bergantung pada akses transportasi yang memadai untuk
mendistribusikan hasil produksi ke berbagai daerah. Ketika bencana
mengakibatkan kerusakan jalan, bukan hanya mobilitas warga yang terganggu,
tetapi juga rantai distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan
masyarakat.
Karena itu, Pemkab Lumajang menilai dukungan pemerintah
pusat menjadi faktor penting dalam mewujudkan infrastruktur yang tangguh di
kawasan rawan bencana. Tantangan yang dihadapi daerah tidak hanya sebatas
membangun ruas jalan baru, tetapi juga melakukan rehabilitasi dan peningkatan
kualitas infrastruktur yang berulang kali mengalami kerusakan akibat aktivitas
Gunung Semeru.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Bunda Indah menegaskan
komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga keseimbangan antara pembangunan
infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan sistem mitigasi
bencana. Menurutnya, pembangunan jalan di kawasan rawan bencana harus dipandang
sebagai investasi jangka panjang dalam melindungi keselamatan masyarakat
sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Melalui usulan empat ruas jalan strategis dalam Program
Instruksi Presiden Jalan Daerah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lumajang
berharap pemerintah pusat memberikan dukungan penuh agar konektivitas wilayah
semakin kuat, distribusi ekonomi masyarakat semakin lancar, dan sistem evakuasi
warga di kawasan rawan Gunung Semeru semakin efektif. Infrastruktur yang
tangguh dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Lumajang yang lebih
aman, produktif, serta memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi
ancaman bencana di masa mendatang. (yon)

0 Komentar