PEMKAB LUMAJANG SALURKAN AIR BERSIH UNTUK WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN

 

Lumajang, Suara Semeru - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan sebagai respons cepat menghadapi krisis air bersih pada musim kemarau.

Distribusi dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang setelah Bupati Lumajang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan/Krisis Air Bersih serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas pemerintah daerah selama musim kemarau.

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap laporan akan segera kami tindak lanjuti melalui asesmen agar distribusi bantuan berlangsung cepat dan tepat sasaran. Masyarakat juga kami imbau segera melapor jika mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih," ungkapnya, Senin 13 Juli 2026.

Penyaluran perdana dilakukan mulai Jum'at (10/7/2026) lalu di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso. BPBD mengerahkan tiga truk tangki untuk mendistribusikan air bersih ke 15 titik di Dusun Tanah Gatal, Gemuling, Lumpang, Krajan, dan Baka Utara.

Sebanyak 124 kepala keluarga atau 425 jiwa menerima bantuan pada tahap awal setelah debit sumber air di wilayah tersebut menurun akibat musim kemarau.

Berdasarkan pemetaan BPBD, potensi kekeringan pada 2026 diperkirakan melanda enam kecamatan dengan 19 desa terdampak. Karena itu, distribusi air bersih akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil asesmen dan tingkat kebutuhan di lapangan.

BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memantau kondisi sumber air dan menentukan wilayah prioritas. Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air serta segera melapor kepada pemerintah desa atau melalui layanan darurat WhatsApp BPBD di 0812-3457-0077 jika mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan. (yon)

 


Posting Komentar

0 Komentar