KEBAKARAN MENINGKAT, PEMKAB LUMAJANG MINTA WARGA SIMPAN NOMOR DARURAT SATPOL PP UNTUK PERCEPAT PENANGANAN

Lumajang, Suara Semeru – Meningkatnya kasus kebakaran dalam beberapa hari terakhir mendorong Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat sistem respons kedaruratan dengan mengajak masyarakat berperan aktif dalam pelaporan.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengimbau warga menyimpan nomor layanan pengaduan Satpol PP sebagai jalur resmi untuk melaporkan kebakaran, gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum), maupun kondisi darurat nonkebakaran.

Langkah tersebut dinilai penting karena kecepatan penyampaian informasi menjadi faktor penentu dalam mempercepat respons petugas sekaligus meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lumajang, Hindam Adri Abadan, mengatakan meningkatnya frekuensi kebakaran menjadi alasan utama pemerintah mengintensifkan sosialisasi layanan pengaduan kepada masyarakat.

"Beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kejadian kebakaran. Karena itu, kami mengajak masyarakat menyimpan nomor layanan pengaduan Satpol PP agar apabila terjadi kebakaran, gangguan trantibum, maupun kondisi nonkebakaran yang memerlukan penanganan, laporan dapat segera disampaikan kepada petugas," ujarnya.

Pelaporan Cepat, Respons Lebih Efektif

Layanan pengaduan Satpol PP tidak hanya diperuntukkan bagi kejadian kebakaran rumah atau bangunan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk melaporkan kebakaran lahan, gangguan ketertiban umum, hingga berbagai kondisi nonkebakaran yang menjadi kewenangan Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran.

Pemerintah menilai, keberhasilan penanganan keadaan darurat tidak hanya bergantung pada kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga pada kecepatan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang akurat.

Karena itu, warga diimbau memberikan laporan secara lengkap, meliputi lokasi kejadian, jenis peristiwa, titik acuan terdekat, serta nomor telepon yang dapat dihubungi kembali oleh petugas. Informasi yang jelas akan membantu tim menentukan rute tercepat dan menyiapkan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Layanan Siaga 24 Jam

Untuk memastikan masyarakat dapat mengakses bantuan kapan saja, Satpol PP Kabupaten Lumajang menyediakan layanan pengaduan yang beroperasi selama 24 jam tanpa dipungut biaya.

Laporan dapat disampaikan melalui WhatsApp Admin Satpol PP Kabupaten Lumajang di nomor 0821-4146-1213 maupun Call Center Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Lumajang di nomor (0334) 882613.

Keberadaan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem komunikasi darurat agar setiap laporan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat.

Pencegahan Tetap Menjadi Prioritas

Selain meningkatkan kesiapsiagaan melalui layanan pengaduan, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan langkah-langkah pencegahan kebakaran.

Hindam mengimbau warga untuk rutin memeriksa keamanan instalasi listrik, tidak meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan, serta lebih berhati-hati dalam menggunakan api, baik di lingkungan rumah maupun saat beraktivitas di lahan terbuka.

Upaya preventif tersebut dinilai sama pentingnya dengan penanganan darurat, mengingat sebagian besar kejadian kebakaran dapat dicegah melalui peningkatan kewaspadaan dan disiplin dalam menjalankan prosedur keselamatan.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Penguatan layanan pelaporan darurat mencerminkan upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih responsif dan berbasis partisipasi masyarakat.

Dalam situasi darurat, masyarakat bukan hanya menjadi pihak yang terdampak, tetapi juga berperan sebagai sumber informasi pertama yang menentukan cepat atau lambatnya respons petugas di lapangan.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap penanganan kebakaran dan kondisi kedaruratan lainnya dapat dilakukan secara lebih efektif, sehingga mampu mengurangi dampak yang ditimbulkan sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana. (har)


Posting Komentar

0 Komentar