POLRI PERKUAT PENDAMPINGAN PETANI, POLSEK LUMAJANG KOTA KAWAL PERTUMBUHAN JAGUNG DEMI DUKUNG SWASEMBADA PANGAN

Lumajang, Suara Semeru – Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga membutuhkan pendampingan yang konsisten hingga ke tingkat desa. Dengan semangat tersebut, jajaran Polsek Lumajang Kota turun langsung ke lahan pertanian di Desa Boreng untuk memantau perkembangan tanaman jagung sekaligus memperkuat komunikasi dengan petani.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Krajan, Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, Kamis (2/7/2026), menjadi bagian dari dukungan terhadap implementasi Program Asta Cita Presiden dalam memperkuat swasembada pangan melalui pengawalan sektor pertanian di tingkat akar rumput.

Dalam peninjauan tersebut, personel Bhabinkamtibmas tidak hanya mengamati kondisi tanaman jagung yang tengah memasuki fase pertumbuhan, tetapi juga berdialog langsung dengan petani untuk mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi selama proses budidaya.

Pendampingan Bukan Sekadar Seremonial

Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Zainul Abidin, menegaskan bahwa keterlibatan anggota Polri di sektor pertanian merupakan bentuk pendampingan nyata, bukan sekadar kegiatan simbolis.

Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan sektor pertanian.

"Kami menginstruksikan seluruh personel, terutama Bhabinkamtibmas, untuk menjadi motor penggerak di desa binaan masing-masing. Kehadiran Polri di tengah petani di Desa Boreng ini adalah bukti nyata bahwa kami siap mengawal dan menyukseskan Program Asta Cita Presiden demi terwujudnya ketahanan pangan yang kokoh," ujarnya.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu petani mengidentifikasi persoalan sejak dini sehingga berbagai kendala dapat segera dicarikan solusi bersama.

Deteksi Dini Kendala Pertanian

Selain memantau kondisi fisik tanaman, personel kepolisian juga menyerap aspirasi petani terkait berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian, mulai dari ketersediaan pupuk hingga ancaman hama tanaman.

Menurut Iptu Zainul, komunikasi yang terjalin secara rutin menjadi salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di tingkat desa.

Dengan mengetahui persoalan secara langsung dari petani, koordinasi bersama pemerintah desa maupun penyuluh pertanian dapat dilakukan lebih cepat sebelum kendala berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Pekarangan Rumah Jadi Penyangga Ketahanan Pangan

Di samping pendampingan di lahan pertanian, Polsek Lumajang Kota juga mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai tanaman pangan bergizi.

Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar.

"Ketahanan pangan tidak hanya bicara tentang kecukupan stok di gudang-gudang besar, tetapi bagaimana masyarakat di tingkat dusun dan desa mampu mandiri secara pangan. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman bergizi, kita sedang membangun pondasi kesehatan dan ekonomi keluarga yang lebih kuat," jelasnya.

Konsep tersebut sejalan dengan penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam menjaga ketersediaan pangan.

Kolaborasi Menuju Swasembada Pangan

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian mencerminkan semakin luasnya peran Polri dalam mendukung program pembangunan nasional, termasuk di sektor pangan.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, koordinasi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan aparat kepolisian diharapkan semakin solid untuk menjaga produktivitas pertanian hingga masa panen.

Polsek Lumajang Kota juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam mengatasi berbagai tantangan pertanian di lapangan.

Dengan sinergi lintas sektor tersebut, upaya mewujudkan swasembada pangan tidak hanya menjadi target pemerintah, tetapi juga gerakan bersama yang dimulai dari desa. Pendampingan yang berkesinambungan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus mendorong kesejahteraan petani sebagai ujung tombak penyedia pangan nasional. (har)


Posting Komentar

0 Komentar