KAWAL KETAHANAN PANGAN DARI LADANG, POLSEK TEMPURSARI PERKUAT PENDAMPINGAN PETANI JAGUNG

 

Lumajang, Suara Semeru – Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan hasil panen, tetapi juga oleh keberhasilan mendampingi petani menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari ancaman hama, perubahan cuaca, hingga keberlanjutan produksi menjadi faktor yang menentukan stabilitas pasokan pangan di daerah.

Berangkat dari kondisi tersebut, Polsek Tempursari, Polres Lumajang, memperkuat pendampingan terhadap petani jagung di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional (Asta Cita) yang menempatkan jagung sebagai salah satu komoditas strategis dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menopang perekonomian masyarakat pedesaan.

Melalui personel Bhabinkamtibmas, kepolisian tidak hanya melakukan pemantauan terhadap kondisi tanaman, tetapi juga berdialog langsung dengan petani untuk mengetahui persoalan yang dihadapi selama masa tanam. Petugas menyusuri area perkebunan guna melihat kondisi pertumbuhan jagung, mengidentifikasi potensi serangan hama maupun penyakit tanaman, serta menghimpun masukan yang dapat menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait.

Kapolsek Tempursari, Iptu Sukirno, SH, mengatakan keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga produktivitas lahan.

"Jagung merupakan salah satu komoditas strategis penopang ekonomi dan pangan warga di Kecamatan Tempursari. Melalui aksi Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke lapangan, kami ingin memastikan para petani mendapatkan pendampingan maksimal agar hasil panennya melimpah," ujarnya.

Selain memantau lahan pertanian, personel kepolisian juga mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam komoditas pangan bergizi. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi pelengkap kebutuhan pangan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.

"Penguatan sektor pangan ini kita lakukan dari dua sisi. Skala besar berfokus pada efektivitas ladang jagung, sedangkan skala rumah tangga kita dorong lewat pekarangan pangan bergizi. Sinergi kedua hal ini sangat penting demi mewujudkan kemandirian pangan yang kokoh di Desa Tegalrejo," kata Sukirno.

Pendampingan yang dilakukan Polsek Tempursari juga menjadi ruang komunikasi antara aparat dan masyarakat tani. Melalui interaksi langsung di lapangan, berbagai persoalan yang berpotensi menghambat produksi dapat diketahui lebih dini sehingga membuka peluang koordinasi lintas sektor untuk mencari solusi.

Menurut Sukirno, menjaga produktivitas pertanian merupakan bagian dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kepolisian berkomitmen untuk terus mendukung setiap langkah yang mampu memperkuat swasembada pangan, tidak hanya melalui pengamanan wilayah, tetapi juga dengan membangun kemitraan bersama petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

"Kehadiran Polri di tengah ladang warga adalah bukti nyata dukungan kami terhadap kesejahteraan masyarakat. Polsek Tempursari berkomitmen untuk terus menyamai langkah para petani demi menyukseskan swasembada pangan nasional," pungkasnya. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar