DEWAN MENDENGAR: KELUHAN LISTRIK MENGEMUKA, DPRD DORONG PLN PERBAIKI LAYANAN

Lumajang, Suara Semeru – Gangguan listrik, pemadaman, hingga proses pemasangan sambungan baru masih menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat Kabupaten Lumajang. Keluhan tersebut mengemuka dalam program "Dewan Mendengar" yang digelar DPRD Kabupaten Lumajang dan disiarkan langsung melalui Radio Semeru FM, Kamis (23/7/2026), dengan mengangkat tema "PLN dan Permasalahannya".

Forum dialog itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan pelayanan kelistrikan yang selama ini mereka hadapi. Tidak hanya menyangkut keandalan pasokan listrik, warga juga menyoroti kualitas pelayanan pelanggan, kecepatan penanganan gangguan, hingga prosedur pemasangan sambungan baru yang dinilai masih menyulitkan sebagian masyarakat.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang, Dra. Hj. Nur Hidayati, M.Si, menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat. Karena itu, setiap persoalan pelayanan harus menjadi perhatian serius semua pihak.

"Listrik itu sangat vital dalam kehidupan kita. Karena dengan tidak adanya listrik, semua tidak akan bisa beraktivitas, semuanya akan lumpuh," ujarnya.

Menurut Nur Hidayati, salah satu aspirasi yang paling sering diterima DPRD berkaitan dengan proses pemasangan sambungan baru. Masyarakat berharap prosedurnya lebih sederhana, cepat, dan mudah diakses.

"Pemasangan sambungan baru, bagaimana prosedurnya agar tidak berbelit-belit, dan ini yang sering dikeluhkan oleh masyarakat," katanya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala PLN Kabupaten Lumajang, Drian Friska Nugraha, menjelaskan bahwa PLN terus berupaya meningkatkan keandalan jaringan serta mempercepat respons terhadap setiap gangguan yang terjadi. Ia juga memberikan penjelasan mengenai penyebab pemadaman listrik agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih utuh.

"Yang padam di PLN ada dua, yaitu padam terencana dan tidak terencana," jelas Drian.

Menurutnya, pemadaman terencana dilakukan untuk kepentingan pemeliharaan jaringan maupun peningkatan kualitas sistem kelistrikan, sedangkan pemadaman tidak terencana umumnya dipicu oleh gangguan teknis maupun faktor eksternal yang membutuhkan penanganan segera.

Dipandu host Teguh, dialog berlangsung interaktif. Pendengar dari berbagai wilayah Kabupaten Lumajang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pengalaman, kritik, maupun pertanyaan melalui sambungan telepon dan pesan singkat. Beragam persoalan yang disampaikan menunjukkan bahwa kualitas layanan kelistrikan masih menjadi isu yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Melalui program "Dewan Mendengar", DPRD Kabupaten Lumajang berupaya memperkuat fungsi pengawasan sekaligus menjembatani komunikasi antara masyarakat dan penyedia layanan publik. Forum ini diharapkan tidak berhenti sebagai ruang penyampaian keluhan, tetapi menjadi media evaluasi bersama agar pelayanan kelistrikan di Kabupaten Lumajang semakin andal, responsif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar