Lumajang, Suara Semeru – Pergantian sejumlah pejabat utama dan kapolsek di lingkungan Polres Lumajang tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang cepat, profesional, dan responsif, rotasi jabatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan kinerja institusi.
Hal itu disampaikan
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar saat memimpin upacara serah terima
jabatan (sertijab) pejabat utama dan kapolsek jajaran di halaman Mapolres
Lumajang.
Dalam rotasi
tersebut, jabatan Kasat Reskrim yang sebelumnya diemban AKP Pras Adinata
diserahterimakan kepada Iptu M. Ari Nuzul Aulia. Sementara posisi Kasat Narkoba
kini dijabat Iptu Dwi Sugiyanto menggantikan AKP I Gede Putu Wiranata.
Pergantian juga terjadi pada jabatan Kasat Samapta serta sejumlah kapolsek,
termasuk Ranuyoso, Jatiroto, Randuagung, dan Lumajang Kota.
Kapolres menegaskan,
mutasi bukan sekadar perpindahan personel, melainkan bagian dari strategi
organisasi untuk memastikan pelayanan kepolisian tetap berjalan efektif di
tengah tantangan kamtibmas yang semakin kompleks.
Menurutnya, pejabat
baru dituntut mampu segera beradaptasi dan memahami karakteristik wilayah tugas
masing-masing. Terlebih, sejumlah posisi yang berganti berkaitan langsung
dengan pelayanan publik dan penegakan hukum, seperti fungsi reserse kriminal,
narkoba, hingga pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat
kecamatan.
“Pergantian pejabat
harus berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan. Program yang sudah
berjalan baik harus diteruskan, sementara berbagai tantangan yang masih ada harus
dijawab dengan inovasi dan percepatan kinerja,” ungkapnya, Kamis 11 Juni 2026.
Penekanan tersebut
dinilai penting mengingat fungsi-fungsi strategis yang mengalami pergantian
pejabat merupakan garda terdepan dalam merespons berbagai persoalan masyarakat,
mulai dari penanganan tindak kriminal, pemberantasan peredaran narkoba, hingga
pemeliharaan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Lumajang.
Kapolres juga
mengingatkan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang membawa konsekuensi
tanggung jawab besar. Menurutnya, keberhasilan seorang pejabat tidak hanya
diukur dari pencapaian administrasi, tetapi juga dari tingkat kepercayaan
masyarakat terhadap institusi Polri.
“Kewenangan bisa
didelegasikan, tetapi tanggung jawab tidak dapat dialihkan. Karena itu, setiap
pejabat harus mampu mempertanggungjawabkan tugasnya kepada institusi,
masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.
Lebih jauh, Alex meminta
seluruh personel menjadikan rotasi jabatan sebagai energi baru untuk memperkuat
profesionalisme, integritas, dan loyalitas dalam pelaksanaan tugas. Ia menilai
kehadiran Polri yang humanis, cepat merespons kebutuhan warga, serta konsisten
menegakkan hukum secara objektif menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.
Melalui penyegaran
organisasi ini, Polres Lumajang berharap mampu meningkatkan efektivitas
pelayanan dan memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, sejalan dengan
harapan publik terhadap institusi kepolisian yang semakin profesional dan
presisi. (yon)

0 Komentar