PEMERATAAN PJU DI LUMAJANG JADI SOROTAN: DEWAN DAN DISHUB BAHAS KESENJANGAN PENERANGAN JALAN HINGGA PELOSOK DESA

 

Lumajang, Suara Semeru – Persoalan pemerataan Penerangan Jalan Umum (PJU) kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lumajang. Masih adanya ruas jalan desa, jalur penghubung antarkecamatan, hingga kawasan permukiman yang minim penerangan dinilai tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan.

Isu strategis tersebut menjadi tema utama dalam program “Dewan Mendengar” yang disiarkan langsung oleh Radio Semeru FM bersama DPRD Kabupaten Lumajang, Rabu (10/6/2026). Dialog interaktif menghadirkan Anggota Komisi C DPRD Lumajang, Mochamad Hafis Zamroji, S.M., sebagai narasumber utama, didampingi Kepala Bidang Tehnik Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Hari Subagiyo.

Dalam diskusi tersebut, pemerataan PJU dipandang sebagai bagian penting dari pembangunan infrastruktur yang berkeadilan. Selama ini, pembangunan penerangan jalan dinilai masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran, luasnya wilayah pelayanan, serta tingginya kebutuhan masyarakat yang terus bertambah setiap tahun.

Mochamad Hafis Zamroji menegaskan bahwa penerangan jalan bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan aktivitas ekonomi warga. Menurutnya, keberadaan PJU yang memadai dapat menekan angka kecelakaan, mengurangi potensi tindak kriminalitas, serta mendukung mobilitas masyarakat pada malam hari.

“Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Masyarakat di desa-desa juga berhak mendapatkan akses penerangan jalan yang layak. Karena itu, pemerataan PJU harus menjadi bagian dari komitmen pembangunan yang berkeadilan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Komisi C DPRD terus mendorong pemerintah daerah untuk menyusun skala prioritas yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Wilayah dengan tingkat kerawanan kecelakaan tinggi, kawasan pendidikan, fasilitas kesehatan, pusat kegiatan ekonomi, serta jalur penghubung antarwilayah menjadi titik-titik yang perlu mendapatkan perhatian lebih dahulu.

Sementara itu, Kepala Bidang Tehnik Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Hari Subagiyo, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pemetaan kebutuhan PJU di seluruh kecamatan. Pendataan dilakukan untuk mengetahui lokasi yang masih gelap, kondisi lampu yang rusak, serta kebutuhan penambahan jaringan penerangan baru.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya pada pembangunan unit baru, tetapi juga pemeliharaan dan operasional PJU yang sudah terpasang. Seiring bertambahnya jumlah titik lampu, kebutuhan biaya perawatan dan pembayaran rekening listrik juga ikut meningkat.

“Dishub berupaya agar pelayanan PJU dapat menjangkau lebih banyak wilayah. Namun tentu harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Karena itu, kami melakukan prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan dan urgensi di lapangan,” jelasnya.

Dalam dialog yang berlangsung interaktif, masyarakat juga diberikan kesempatan menyampaikan keluhan maupun usulan terkait titik-titik jalan yang masih minim penerangan. Aspirasi tersebut menjadi masukan penting bagi DPRD dan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan infrastruktur ke depan.

Program “Dewan Mendengar” kali ini sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap pemerataan pembangunan di Kabupaten Lumajang. Sebab, di tengah upaya meningkatkan kualitas infrastruktur, masih terdapat harapan masyarakat agar pembangunan tidak hanya terlihat di pusat kota, tetapi juga menyentuh wilayah pinggiran dan pedesaan.

Pemerataan PJU akhirnya tidak hanya berbicara tentang pemasangan lampu jalan, melainkan juga menyangkut rasa aman, aksesibilitas, pertumbuhan ekonomi lokal, dan kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga ke pelosok Kabupaten Lumajang. Dengan sinergi antara DPRD, Dinas Perhubungan, dan masyarakat, pemerataan penerangan jalan diharapkan mampu menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan yang dirasakan secara nyata oleh seluruh warga Lumajang. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar