Lumajang, Suara Semeru – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petani semata. Di Kabupaten Lumajang, keterlibatan aparat kepolisian mulai mengambil peran strategis melalui pendampingan langsung kepada masyarakat dalam mengoptimalkan potensi pertanian desa.
Komitmen tersebut ditunjukkan jajaran Polsek Kedungjajang
yang secara aktif mendukung program ketahanan pangan nasional melalui
pendampingan budidaya jagung dan pemanfaatan pekarangan pangan bergizi di Dusun
Duko, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang.
Dipimpin langsung Kapolsek Kedungjajang AKP Rudi Isyanto,
S.H., bersama personel Bhabinkamtibmas, kegiatan itu tidak sekadar berupa
kunjungan simbolis. Para anggota kepolisian turun ke lahan pertanian, berdialog
dengan petani, membantu proses pengelolaan lahan, serta memberikan motivasi
kepada warga agar terus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri
terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan
ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Di tingkat
desa, program itu diterjemahkan melalui penguatan sektor pertanian rakyat yang
menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
AKP Rudi Isyanto mengatakan bahwa tantangan ketahanan pangan
saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga
menyangkut kemampuan masyarakat untuk mengelola sumber daya yang dimiliki
secara produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat
harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk dalam mendorong
peningkatan kesejahteraan warga melalui sektor pertanian.
"Kami menginstruksikan seluruh personel, terutama
Bhabinkamtibmas, untuk aktif mendampingi kelompok tani dan masyarakat binaan
secara konsisten. Kehadiran polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga
menjadi mitra masyarakat dalam mendukung program-program pembangunan yang
berdampak langsung pada kesejahteraan warga," ujarnya, Senin 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa budidaya jagung dipilih karena memiliki nilai strategis dalam mendukung kebutuhan pangan dan pakan nasional. Selain memiliki pasar yang relatif stabil, komoditas tersebut juga menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi petani di sejumlah wilayah pedesaan.
Lebih jauh, Polsek Kedungjajang juga mendorong warga
memanfaatkan lahan pekarangan yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Melalui program pekarangan pangan bergizi, masyarakat diajak menanam berbagai
komoditas pangan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus
mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri di tengah
masyarakat membawa dampak ekonomi yang positif. Melalui budidaya jagung dan
optimalisasi pekarangan pangan bergizi ini, kita tidak hanya memperkuat
ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan pemenuhan nutrisi dan kesejahteraan
keluarga secara mandiri," kata AKP Rudi.
Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan konsep
pembangunan berbasis komunitas yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku
utama. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, petani diharapkan mampu
menerapkan pola tanam yang lebih efektif, meningkatkan produktivitas lahan,
serta memperoleh hasil panen yang lebih optimal.
Dalam kegiatan tersebut, personel Bhabinkamtibmas turut
memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pemanfaatan lahan kosong di
sekitar rumah menjadi area produktif. Selain berpotensi menghasilkan bahan
pangan untuk kebutuhan rumah tangga, langkah tersebut juga dapat menjadi sumber
pendapatan tambahan apabila dikelola secara serius.
Respons positif datang dari warga Dusun Duko dan kelompok
tani setempat. Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian
dinilai memberikan semangat baru sekaligus menunjukkan bahwa program ketahanan
pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Bagi masyarakat desa, dukungan tersebut bukan hanya
memperkuat rasa aman, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa sektor pertanian
masih menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga di
tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pangan.
Melalui sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat
kepolisian, upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa diharapkan mampu
menjadi fondasi bagi terwujudnya kedaulatan pangan nasional. Dari lahan-lahan
pertanian yang dikelola masyarakat desa, cita-cita besar menuju swasembada
pangan berkelanjutan mulai dibangun secara nyata. (yon)
.jpeg)

0 Komentar