OPERASI PATUH SEMERU 2026 SEGERA DIGELAR, POLISI INGATKAN KESELAMATAN BUKAN SEKADAR TAKUT DITILANG


Lumajang, Suara Semeru – Kepolisian akan segera menggelar Operasi Patuh Semeru 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

Menjelang pelaksanaan operasi tersebut, pengguna jalan di Kabupaten Lumajang diimbau untuk mulai meningkatkan kedisiplinan dan mematuhi seluruh aturan lalu lintas.

Operasi Patuh selama ini kerap dipersepsikan masyarakat sebagai kegiatan penindakan atau razia kendaraan. Namun, kepolisian menegaskan bahwa tujuan utama operasi adalah membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Lumajang, Ipda Deta, mengatakan masyarakat tidak perlu menunggu pelaksanaan operasi untuk mulai mematuhi aturan.

Kesadaran berkendara yang baik seharusnya menjadi kebutuhan setiap pengguna jalan, bukan muncul karena adanya penegakan hukum.

"Operasi Patuh Semeru 2026 akan segera dilaksanakan. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan helm standar, memakai sabuk pengaman, serta mematuhi rambu-rambu yang ada," ujar Ipda Deta, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, pelanggaran lalu lintas yang selama ini dianggap sepele justru sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan. Penggunaan telepon seluler saat berkendara, tidak mengenakan helm, melawan arus, hingga pengendara di bawah umur masih menjadi pelanggaran yang kerap ditemukan di lapangan.

Fenomena tersebut menjadi perhatian serius karena angka kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh faktor kelalaian manusia atau human error. Dalam banyak kasus, kecelakaan tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga mengakibatkan luka berat hingga kehilangan nyawa.

"Tujuan utama kami bukan menindak sebanyak-banyaknya pelanggar, tetapi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan raya," tegasnya.

Menjelang Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Polres Lumajang juga mengajak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kendaraan secara mandiri. Kondisi rem, lampu penerangan, ban kendaraan, spion, hingga kelengkapan administrasi seperti SIM dan STNK menjadi hal yang wajib dipastikan sebelum berkendara.

Selain itu, kesadaran kolektif masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan menekan angka kecelakaan. Sebab, keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh pengguna jalan.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama pada jalur-jalur utama dan kawasan perkotaan, disiplin berlalu lintas menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Setiap pelanggaran yang dilakukan bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, kepolisian berharap tercipta perubahan perilaku berkendara yang lebih baik di masyarakat. Operasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada penurunan angka pelanggaran, tetapi juga mampu membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di jalan raya.

Dengan dimulainya operasi dalam waktu dekat, masyarakat diingatkan untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebiasaan sehari-hari. Sebab pada akhirnya, tujuan dari setiap aturan di jalan bukanlah penindakan, melainkan perlindungan terhadap keselamatan seluruh pengguna jalan. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar