Lumajang, Suara Semeru – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sektor pertanian semata. Di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pronojiwo turut mengambil peran aktif dengan turun langsung ke lahan pertanian untuk mendampingi dan memotivasi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap
program ketahanan pangan nasional sekaligus implementasi Program Asta Cita
Presiden Republik Indonesia yang menempatkan kemandirian pangan sebagai salah
satu prioritas pembangunan nasional.
Di tengah tantangan sektor pertanian yang dihadapkan pada
perubahan iklim, keterbatasan lahan produktif, hingga fluktuasi harga komoditas,
kehadiran aparat kepolisian di tengah petani menjadi pendekatan yang berbeda.
Tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, Polri kini didorong untuk berperan
sebagai penggerak sosial yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat
dari tingkat desa.
Kapolsek Pronojiwo AKP Soegeng Susanto menegaskan bahwa
pihaknya menginstruksikan seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, agar
aktif menjalin komunikasi dan pendampingan dengan kelompok tani maupun warga
yang memanfaatkan lahan pekarangan.
"Kami ingin memastikan program ketahanan pangan tidak
berhenti sebagai slogan. Karena itu, anggota kami turun langsung mendampingi
masyarakat, memberikan motivasi, serta mendorong optimalisasi lahan pertanian
maupun pekarangan rumah agar dapat menghasilkan nilai ekonomi dan mendukung
kebutuhan pangan keluarga," ungkap AKP Soegeng, Selasa 2 Juni 2026.
Menurutnya, budidaya jagung menjadi salah satu fokus
pengembangan karena memiliki nilai strategis sebagai komoditas pangan sekaligus
pakan ternak yang berkontribusi terhadap stabilitas sektor pertanian. Selain
itu, pemanfaatan pekarangan pangan bergizi dinilai mampu menjadi solusi
sederhana namun efektif dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan
ketersediaan bahan pangan, tetapi juga memperbaiki kualitas konsumsi masyarakat
melalui penanaman sayuran, tanaman produktif, dan komoditas bergizi lainnya di
sekitar rumah. Dengan demikian, warga dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan
secara mandiri sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Di wilayah Pronojiwo yang sebagian besar masyarakatnya
menggantungkan hidup pada sektor pertanian, sinergi antara aparat kepolisian
dan petani dinilai memiliki dampak strategis. Pendampingan yang berkelanjutan
diharapkan mampu meningkatkan semangat petani untuk terus mengelola lahan
secara produktif serta mendorong lahirnya kesadaran kolektif bahwa ketahanan
pangan merupakan tanggung jawab bersama.
Respons masyarakat terhadap program tersebut juga terbilang
positif. Warga menilai kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan tidak hanya
memberikan rasa aman, tetapi juga menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri
dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.
Melalui kolaborasi yang terbangun antara kepolisian dan
masyarakat, Polsek Pronojiwo berharap produktivitas sektor pertanian terus
meningkat. Lebih dari sekadar menjaga keamanan wilayah, kehadiran Polri di
sektor pangan menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi desa,
menjaga ketersediaan pangan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan
nasional yang berkelanjutan.
Versi ini lebih kuat karena menambahkan konteks tantangan
pertanian, nilai strategis program, dampak sosial-ekonomi, serta mempertegas
peran Polri dalam pembangunan masyarakat, sehingga terasa lebih layak sebagai
berita media profesional. (har)

0 Komentar