Lumajang, Suara Semeru - Keamanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pelaku usaha. Masyarakat sebagai konsumen juga memiliki peran penting dalam memastikan pangan yang dikonsumsi aman dan berkualitas.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Yuli Harisnawati,
mengajak masyarakat untuk lebih cermat saat membeli ikan dengan mengenali
ciri-ciri ikan segar serta mewaspadai produk yang diduga mengandung bahan
berbahaya seperti formalin.
“Ikan merupakan salah satu sumber protein yang penting bagi
pertumbuhan dan kesehatan. Namun manfaat tersebut hanya dapat diperoleh apabila
produk yang dikonsumsi memenuhi standar keamanan pangan,” kata Yuli.
Menurut dia, menjadi konsumen yang cerdas dimulai dari
kemampuan memilih pangan yang aman. Karena itu, masyarakat perlu memahami
karakteristik ikan segar sebagai langkah awal melindungi kesehatan keluarga
sejak proses pembelian.
Yuli menjelaskan, ikan segar umumnya memiliki tekstur lentur
dan elastis saat ditekan. Selain itu, mata ikan tampak jernih dan menonjol,
warna tubuh cerah, serta insang berwarna merah segar. Aroma yang dihasilkan
juga khas dan alami, sementara bagian perut masih dalam kondisi utuh.
Sebaliknya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan
apabila menemukan ikan dengan tekstur keras dan kaku, warna tubuh pucat serta
kusam, mata tampak tenggelam atau keruh, dan insang berwarna pucat keputihan.
Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa kualitas ikan telah menurun atau
memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi dari Pusat Pelatihan Kelautan dan
Perikanan, ikan yang mengandung formalin umumnya menunjukkan karakteristik
fisik berbeda dibandingkan ikan segar. Beberapa di antaranya memiliki tekstur
lebih keras, warna yang kurang alami, serta kondisi mata dan insang yang tidak
segar.
Yuli menilai edukasi mengenai keamanan pangan menjadi
semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk
perikanan sebagai sumber gizi keluarga. Menurut dia, konsumen memiliki posisi
strategis dalam mendorong peredaran pangan yang aman melalui kebiasaan memilih
produk berkualitas dan berasal dari sumber yang terpercaya.
“Ketika masyarakat semakin memahami cara memilih ikan yang
baik, maka kesadaran terhadap keamanan pangan juga akan meningkat. Ini penting
untuk menjaga kesehatan sekaligus mendukung peredaran produk perikanan yang
berkualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan
kesehatan individu, tetapi juga berdampak pada kualitas sumber daya manusia.
Konsumsi pangan yang aman dan bergizi, kata dia, berperan dalam mendukung
tumbuh kembang anak, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta memperbaiki
kualitas hidup secara keseluruhan.
Melalui edukasi tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang
berharap masyarakat semakin bijak dalam memilih produk perikanan. Dengan
demikian, budaya konsumsi pangan yang sehat, aman, dan berkualitas dapat terus
tumbuh di tengah masyarakat.(har)

0 Komentar