APBD LUMAJANG 2025 FOKUS PADA LAYANAN DASAR, RIBUAN GURU HINGGA WARGA NIKMATI PROGRAM DAERAH.

 

Lumajang, Suara Semeru -  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2025 tidak hanya digunakan untuk membiayai pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pembangunan wilayah.

Hal itu disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menyampaikan Nota Keuangan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lumajang, Senin, 8 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, Indah hadir bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma.

Menurut Indah, penyampaian laporan pertanggungjawaban APBD merupakan bagian dari siklus pengelolaan keuangan daerah yang diamanatkan peraturan perundang-undangan. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah daerah melaporkan hasil pelaksanaan anggaran sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap program yang telah dijalankan selama satu tahun.

"Hari ini saya menyampaikan Nota Keuangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2025 di hadapan Sidang Paripurna DPRD," kata Indah.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu menjelaskan, APBD 2025 diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga pelayanan sosial serta penguatan pelayanan pemerintahan di tingkat desa.

Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyalurkan honor guru non-ASN melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) kepada 6.062 tenaga pendidik. Pemerintah daerah juga menyediakan seragam sekolah gratis serta beasiswa bagi pelajar kurang mampu dan santri kader ulama.

Pada bidang kesehatan, pemerintah mencatat lebih dari 3.600 ibu memanfaatkan program persalinan gratis. Selain itu, layanan kesehatan gratis diberikan kepada 191.835 warga. Pemerintah daerah juga meningkatkan operasional posyandu, menyediakan rumah singgah di kota rujukan, dan mengadakan 29 unit ambulans desa guna memperluas akses pelayanan kesehatan.

Sementara itu, pada sektor perlindungan sosial, pemerintah menyalurkan tunjangan bagi guru ngaji dan marbot yang dilengkapi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Program lainnya meliputi santunan duka cita, peningkatan honor perangkat desa, RT, RW, serta insentif kader keluarga berencana.

Dukungan APBD juga diarahkan pada pembangunan wilayah melalui Program Dana Dusun. Program tersebut dimanfaatkan untuk penyediaan fasilitas internet desa, penerangan jalan, pemasangan CCTV, pembangunan sarana air bersih di wilayah utara Lumajang, serta perbaikan rumah tidak layak huni.

Menurut Indah, berbagai program tersebut menunjukkan bahwa APBD dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam laporan yang disampaikan, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mengonsolidasikan laporan keuangan dari seluruh perangkat daerah, termasuk dua rumah sakit umum daerah, 25 puskesmas, dan satu laboratorium kesehatan. Seluruh entitas tersebut telah melalui proses pemeriksaan dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Meski demikian, sejumlah program belum dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2025, antara lain pembangunan klinik kesehatan pondok pesantren, pengadaan ambulans pondok pesantren, serta pembentukan koperasi pondok pesantren. Pemerintah daerah menyatakan program-program tersebut akan menjadi perhatian untuk dipertimbangkan pada periode berikutnya sesuai kemampuan keuangan daerah.

Melalui penyampaian laporan pertanggungjawaban APBD 2025, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan anggaran daerah memberikan manfaat.(har)

 


Posting Komentar

0 Komentar