Lumajang,Suara Semeru - Kabupaten Lumajang menempatkan pencegahan stunting sebagai salah satu fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), seiring upaya mempercepat lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan
Sosialisasi Gerakan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang
digelar disetiap Posyandu di Lumajang. Kegiatan ini melibatkan Tim Penggerak
PKK, kader posyandu, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji
Kusuma, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada
pembangunan infrastruktur fisik, melainkan harus diiringi penguatan kualitas
manusia sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang.
Ia menyebut, stunting merupakan salah satu faktor yang dapat
menghambat kualitas SDM karena berdampak langsung pada perkembangan otak,
kemampuan belajar, kondisi kesehatan, hingga produktivitas anak di masa depan.
“Anak-anak hari ini adalah aset terbesar daerah. Jika sejak
kecil mereka mengalami gangguan tumbuh kembang, maka dampaknya akan sangat
besar terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan stunting merupakan investasi jangka
panjang yang menentukan arah kemajuan daerah, sehingga membutuhkan keterlibatan
lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat agar berjalan efektif dan
berkelanjutan.
Melalui Gerakan GENTING, Pemerintah Kabupaten Lumajang
mendorong penguatan solidaritas sosial dalam bentuk gotong royong untuk
mendukung keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, serta
balita yang membutuhkan perhatian pada aspek gizi dan kesehatan.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan
dasar, tetapi juga memperkuat edukasi masyarakat mengenai pentingnya gizi
seimbang, sanitasi lingkungan, pola hidup bersih dan sehat, serta pemberian ASI
eksklusif.
Dewi Natalia menekankan bahwa kualitas SDM unggul harus
dibangun sejak fase paling awal kehidupan anak, terutama pada periode 1.000
hari pertama kehidupan yang menjadi penentu utama tumbuh kembang anak secara
optimal.
“Kita ingin melahirkan generasi Lumajang yang sehat, cerdas,
kuat, dan mampu bersaing. Semua itu dimulai dari perhatian terhadap kesehatan
dan gizi anak sejak dini,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran kader posyandu yang selama ini
menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, khususnya dalam
memberikan pendampingan dan edukasi hingga tingkat desa dan dusun.
Gerakan GENTING dipandang sebagai simbol penguatan
kolaborasi lintas elemen bahwa pembangunan SDM tidak dapat dilakukan secara
sektoral, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, keluarga, tenaga
kesehatan, dan masyarakat.
Dengan penguatan kolaborasi tersebut, Kabupaten Lumajang
optimistis mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus membangun
fondasi SDM unggul sebagai modal utama pembangunan daerah di masa depan.(har)

0 Komentar