BUPATI LUMAJANG HIDUPKAN KEMBALI PROGRAM SETOR MADU PADA 2026

 

Lumajang, Suara Semeru - Indah Amperawati kembali mengaktifkan program Setor Madu atau Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu pada 2026. Program yang pernah menjadi salah satu pendekatan pelayanan publik Pemerintah Kabupaten Lumajang itu kini diarahkan untuk memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama bagi warga kurang mampu yang membutuhkan akses layanan dasar.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut mengatakan, program Setor Madu tidak hanya menjadi agenda kunjungan kerja pemerintah daerah ke kecamatan, melainkan juga sarana untuk menyerap langsung persoalan warga di lapangan. Menurut dia, sejumlah layanan prioritas akan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial.

“Utamanya, bagi warga yang secara finansial kurang mampu agar bisa memperoleh bantuan dengan tepat sasaran,” kata Indah kepada Jatim Harini, Selasa, 12 Mei 2026.

Melalui program itu, pemerintah daerah akan membawa sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) ke kecamatan-kecamatan agar masyarakat dapat mengakses layanan tanpa harus datang ke pusat pemerintahan kabupaten. Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat masih ada sebagian warga yang terkendala biaya transportasi maupun akses informasi ketika mengurus administrasi atau memperoleh layanan publik.

Dalam pelaksanaannya, Setor Madu juga akan menyasar sektor pendidikan. Indah mengatakan dirinya akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dijalankan pemerintah pusat di sejumlah daerah.

Menurut dia, pengawasan langsung diperlukan agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi siswa. Pemerintah daerah ingin memastikan kualitas makanan, distribusi, hingga kenyamanan siswa selama menerima program berjalan sesuai harapan.

“Nantinya kalau ada yang tidak pas, bisa disampaikan ke camat maupun kepala puskesmas untuk dievaluasi,” ujar Indah.

Ia menilai keterlibatan pemerintah kecamatan dan fasilitas kesehatan penting dalam proses evaluasi program, terutama untuk mengantisipasi persoalan kesehatan maupun kualitas makanan yang diterima siswa. Selain itu, sekolah juga diminta aktif menyampaikan laporan apabila ditemukan kendala di lapangan.

Program Setor Madu sebelumnya dikenal sebagai pola pelayanan jemput bola yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Dalam pelaksanaannya, bupati bersama jajaran OPD berkantor langsung di kecamatan tertentu selama sehari untuk membuka layanan publik sekaligus mendengar aspirasi masyarakat.

Selain mempermudah pelayanan administrasi, program tersebut juga sering dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluhan terkait infrastruktur, bantuan sosial, kesehatan, hingga persoalan pendidikan. Pemerintah daerah kemudian menindaklanjuti laporan tersebut melalui dinas terkait.

Pada tahun ini, Indah juga menyoroti perkembangan program Koperasi Merah Putih yang tengah dipersiapkan di wilayahnya. Ia menyebut sarana dan prasarana pendukung program itu mulai tersedia dan siap digunakan.

“Tadi saya juga menanyakan sejauh mana progresnya. Alhamdulillah, sarana dan prasarana sudah datang,” kata dia.

Koperasi Merah Putih menjadi salah satu program yang diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat desa dan pelaku usaha kecil. Pemerintah Kabupaten Lumajang menargetkan koperasi tersebut mampu mendukung distribusi kebutuhan pokok sekaligus membuka akses usaha bagi masyarakat.

Indah berharap pelaksanaan kembali Setor Madu pada 2026 dapat memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Menurut dia, pelayanan publik tidak cukup dilakukan dari kantor pemerintahan, tetapi harus hadir langsung di tengah warga agar persoalan yang terjadi bisa dipahami secara nyata.

Dengan pola pelayanan terpadu tersebut, pemerintah daerah juga ingin memastikan seluruh program prioritas berjalan efektif serta tepat sasaran, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih besar dari pemerintah.(har)


Posting Komentar

0 Komentar