Lumajang, Suara Semeru - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup dilakukan hanya melalui bantuan pemenuhan gizi. Menurut dia, upaya pencegahan harus dibarengi dengan penguatan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pola pengasuhan sehat sejak masa kehamilan.
Pernyataan
tersebut disampaikan Dewi saat kegiatan pendampingan keluarga berisiko stunting
melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Desa
Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut
Dewi, stunting merupakan persoalan jangka panjang yang tidak dapat diselesaikan
hanya dengan intervensi sesaat. Ia menilai pencegahan harus dimulai dari
lingkungan keluarga melalui perubahan pola pikir dan kebiasaan dalam menjaga
kesehatan ibu dan anak.
“Program
Genting bukan hanya soal bantuan nutrisi. Yang lebih penting adalah membangun
kesadaran keluarga tentang pola asuh sehat, pemeriksaan kehamilan rutin, dan
pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan,” kata Dewi.
Ia
menjelaskan, fase 1.000 hari pertama kehidupan menjadi periode paling krusial
dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Pada masa tersebut, pemenuhan
gizi, kesehatan ibu hamil, serta pola pengasuhan dinilai sangat berpengaruh
terhadap perkembangan fisik dan kemampuan kognitif anak.
Dalam kegiatan
itu, TP PKK Lumajang juga mendorong penguatan peran kader PKK dan posyandu
sebagai ujung tombak edukasi masyarakat. Kader diharapkan tidak hanya terlibat
dalam pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga aktif mendampingi keluarga agar
memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
“Pencegahan
stunting harus dimulai dari keluarga. Ketika keluarga memiliki pemahaman yang
baik tentang kesehatan ibu dan anak, maka risiko stunting dapat ditekan lebih
cepat,” ujarnya.
Selain
edukasi kesehatan, program Genting juga diarahkan untuk memperkuat kepedulian
sosial melalui keterlibatan orang tua asuh dalam mendampingi keluarga berisiko
stunting. Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan stunting tidak
hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga dipengaruhi kondisi sosial
dan ekonomi keluarga.
TP PKK
Lumajang menilai keberhasilan percepatan penurunan stunting sangat bergantung
pada kesinambungan pendampingan dan keterlibatan masyarakat. Karena itu,
sinergi antara pemerintah daerah, kader kesehatan, dan keluarga terus diperkuat
agar intervensi yang dilakukan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek.
Melalui
pendekatan berbasis edukasi dan pendampingan keluarga, program Genting
diharapkan mampu membangun fondasi generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas
di masa depan.(yon)

0 Komentar