Lumajang,
Suara Semeru – Suasana tenang di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah,
Kabupaten Lumajang, mendadak berubah mencekam pada Kamis (21/5/2026) siang.
Sebuah duel berdarah yang diduga merupakan aksi carok terjadi di area tanah
tegal desa setempat dan berakhir tragis. Satu orang dilaporkan meninggal dunia,
sementara satu lainnya mengalami luka berat dan harus menjalani operasi
intensif di rumah sakit.
Peristiwa
yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB hingga 11.30 WIB itu sontak mengundang
perhatian warga. Puluhan masyarakat disebut memadati lokasi kejadian setelah
mengetahui adanya pertikaian sengit antara dua pria yang sama-sama berasal dari
Desa Sumberwringin.
Korban
meninggal diketahui berinisial A.K., sedangkan pria lain berinisial W mengalami
luka berat. Keduanya diduga terlibat duel terbuka di area tanah tegal yang berada
di wilayah desa tersebut.
Kanit
Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata, membenarkan adanya kejadian
penganiayaan berat yang mengarah pada aksi carok tersebut.
“Perlu kami
sampaikan bahwa memang telah terjadi kejadian penganiayaan berat atau
sebenarnya kejadian carok di wilayah Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah,
Kabupaten Lumajang. Untuk waktu kejadiannya diperkirakan pukul 11 sampai
setengah 12 siang tadi,” ujar AKP Pras Ardinata.
Ia
menjelaskan, korban meninggal dunia adalah A.K., warga Desa Sumberwringin.
Sementara W yang juga terlibat dalam peristiwa itu kini masih menjalani
perawatan intensif.
“Untuk
korban meninggal, salah satu korban meninggal dunia atas nama AK warga
Sumberwringin. Kemudian yang satunya mengalami luka berat atas nama saudara W,”
jelasnya.
Anak Korban
Menemukan Ayahnya Bersimbah Darah
Detik-detik
pascakejadian menyisakan trauma mendalam bagi keluarga korban. Berdasarkan
informasi yang dihimpun, anak korban berinisial M.K. pertama kali mengetahui
adanya perkelahian setelah menerima telepon dari ibunya, S.
Dalam
panggilan tersebut, sang ibu memberitahu bahwa ayahnya sedang bertengkar dengan
W di area tanah tegal Desa Sumberwringin dan meminta dirinya segera pulang.
Sesampainya
di rumah, M.K. kembali mendapat kabar bahwa ibunya telah menuju lokasi
pertikaian. Tanpa berpikir panjang, ia langsung menyusul ke tempat kejadian untuk
memastikan kondisi ayahnya.
Namun
setibanya di lokasi, pemandangan memilukan tersaji di hadapannya. Banyak warga
telah berkumpul mengelilingi area tegal, sementara ayahnya ditemukan dalam
kondisi tergeletak bersimbah darah dan tidak sadarkan diri.
Di saat
bersamaan, W disebut telah lebih dahulu dievakuasi menggunakan ambulans desa
menuju fasilitas kesehatan.
M.K.
kemudian menghubungi ambulans dari Puskesmas Klakah untuk mengevakuasi ayahnya
ke RSUD dr. Haryoto Lumajang. Namun nyawa korban tidak tertolong.
Polisi
Dalami Motif dan Kronologi
Hingga kini
aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif duel
berdarah tersebut. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang
berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Kasus ini
diduga berkaitan dengan tindak pidana kekerasan secara terang-terangan
sebagaimana diatur dalam Pasal 262 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi juga berupaya mengungkap latar belakang konflik antara kedua pihak yang berujung pada aksi kekerasan mematikan itu.
Peristiwa
tersebut menjadi perhatian warga sekitar karena terjadi pada siang hari dan di
lokasi terbuka yang disaksikan banyak orang. Hingga Kamis malam, aparat masih
berjaga dan melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian secara
utuh. (yon)
.jpeg)
0 Komentar