Lumajang, Suara Semeru - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang menggandeng Laboratorium Pengendalian Hama Jember dan Universitas Jember untuk memperkuat perlindungan komoditas unggulan Pisang Mas Kirana di Kecamatan Senduro dari ancaman penyakit layu fusarium yang kian mengkhawatirkan.
Pendampingan intensif dilakukan langsung di sentra budidaya
pisang dengan melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan petani setempat.
Fokus utama kegiatan ini adalah menekan penyebaran jamur Fusarium penyebab layu
tanaman melalui pemanfaatan Trichoderma
sebagai agen hayati ramah lingkungan.
Penyakit layu fusarium selama ini menjadi momok bagi petani
pisang karena menyerang akar dan jaringan pembuluh tanaman. Serangan patogen
tersebut menyebabkan tanaman menguning, layu, hingga mati sebelum berbuah
optimal. Jika tidak dikendalikan, ancaman itu berpotensi menurunkan
produktivitas sekaligus kualitas Pisang Mas Kirana yang selama ini menjadi
identitas hortikultura unggulan Lumajang.
Kepala DKPP Lumajang, Ir. Retno Wulan Andari, M.Si., mengungkapkan bahwa penggunaan Trichoderma dipilih karena terbukti
mampu menekan perkembangan jamur patogen di dalam tanah tanpa merusak ekosistem
pertanian.
“Melalui kegiatan pendampingan ini, kami ingin memastikan
petani memiliki pemahaman dan keterampilan dalam pengendalian penyakit layu
fusarium secara tepat dan berkelanjutan. Pemanfaatan Trichoderma diharapkan mampu menjaga kesehatan tanaman sekaligus
mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan,” ujar Retno, Senin 18 Mei 2026.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah,
laboratorium pengendalian hama, tenaga penyuluh, dan kalangan akademisi menjadi
langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sektor pertanian, khususnya
komoditas pisang unggulan daerah.
“Ini bukan hanya soal mengendalikan penyakit tanaman, tetapi
juga menjaga keberlangsungan ekonomi petani dan mempertahankan daya saing
Pisang Mas Kirana Senduro di pasar regional maupun nasional,” tegasnya.
Pendampingan tersebut juga diarahkan agar petani lebih
memahami pola pengendalian preventif, mulai dari sanitasi lahan, pengelolaan
kelembapan tanah, hingga penggunaan agen hayati secara rutin. Dengan langkah
itu, keberlanjutan budidaya Pisang Mas Kirana diharapkan tetap terjaga di
tengah meningkatnya ancaman penyakit tanaman dan perubahan iklim.
Sebagai komoditas khas Kecamatan Senduro, Pisang Mas Kirana
selama ini menjadi salah satu produk hortikultura andalan Kabupaten Lumajang
yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang terus berkembang. Karena itu,
upaya perlindungan tanaman dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga
stabilitas produksi dan kesejahteraan petani. (yon)

0 Komentar