BUPATI LUMAJANG TERKEJUT WARGA OBATI MATA DENGAN SPIRITUS DAN JERUK NIPIS

 

Lumajang, Suara Semeru - Bupati Indah Amperawati mengaku terkejut saat mendengar pengakuan seorang warga lanjut usia yang nekat mengobati gangguan penglihatannya menggunakan spiritus dan air jeruk nipis. Peristiwa itu ditemui langsung ketika Bupati melakukan kunjungan kerja dalam program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) di Kecamatan Lumajang, Selasa, 12 Mei 2026.

Kunjungan tersebut berlangsung di Puskesmas Rogotrunan. Saat meninjau ruang pelayanan, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu mendapati seorang pria lanjut usia sedang mengantre di loket pemeriksaan. Pria tersebut kemudian diketahui bernama Sumarno, 68 tahun.

Dalam percakapan singkat di hadapan petugas kesehatan dan warga lain, Sumarno mengaku telah lama mengalami gangguan penglihatan. Karena berharap matanya kembali normal, ia mencoba pengobatan sendiri menggunakan campuran spiritus dan perasan jeruk nipis yang diarahkan ke matanya.

Pengakuan itu sontak membuat Bunda Indah terkejut. Ia beberapa kali memastikan ulang apa yang dilakukan warga tersebut karena khawatir tindakan itu justru memperparah kondisi mata.

“Lha, tidak boleh! Nanti malah tambah sakit lho, Pak. Harus diperiksa di sini saja, kalau katarak bisa dioperasi,” kata Bunda Indah kepada Sumarno di sela peninjauan pelayanan kesehatan.

Menurut Sumarno, penglihatannya sudah lama kabur. Namun selama ini ia belum pernah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Ia mengaku baru pertama kali datang berobat ke puskesmas sepanjang hidupnya setelah kondisi matanya semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Baru kali ini berobat ke puskesmas. Ya semoga terus diberi kesehatan,” ujar Sumarno dengan suara pelan.

Petugas medis yang berada di lokasi kemudian diminta segera melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kondisi mata warga tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya infeksi, iritasi serius, maupun gangguan lain seperti katarak yang umum dialami warga lanjut usia.

Bunda Indah mengatakan masih ada sebagian masyarakat yang mempercayai pengobatan tradisional tanpa mempertimbangkan risiko medis. Menurut dia, penggunaan bahan kimia seperti spiritus maupun cairan dengan tingkat keasaman tinggi seperti jeruk nipis dapat membahayakan organ tubuh apabila digunakan tidak semestinya, terlebih pada bagian mata yang sangat sensitif.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba metode pengobatan ekstrem tanpa konsultasi tenaga kesehatan. Pemerintah Kabupaten Lumajang, kata dia, terus berupaya memperluas akses layanan kesehatan hingga tingkat desa melalui puskesmas dan program jemput layanan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bunda Indah juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut datang ke fasilitas kesehatan karena sebagian besar layanan dasar dapat diakses secara gratis melalui jaminan kesehatan pemerintah.

“Bapak, masuk puskesmas sini bayar apa tidak? Gratis, nggih?” tanya Bunda Indah kepada Sumarno.

Sumarno kemudian mengangguk dan memastikan bahwa seluruh proses pemeriksaan yang dijalaninya tidak dipungut biaya. Ia mengaku merasa terbantu karena selama ini mengira berobat ke fasilitas kesehatan membutuhkan biaya mahal.

Program Setor Madu sendiri merupakan agenda pelayanan terpadu Pemerintah Kabupaten Lumajang yang dilakukan dengan cara berkantor langsung di kecamatan. Melalui kegiatan itu, pemerintah daerah memantau pelayanan publik sekaligus menyerap persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung, termasuk di bidang kesehatan.

Kasus yang dialami Sumarno menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah daerah. Selain menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian warga terhadap pemeriksaan kesehatan, kejadian itu juga menggambarkan masih kuatnya praktik pengobatan mandiri berbasis kepercayaan turun-temurun di masyarakat pedesaan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana meningkatkan edukasi kesehatan melalui puskesmas dan kader kesehatan desa agar masyarakat lebih memahami bahaya penggunaan bahan-bahan tertentu untuk pengobatan tanpa pengawasan medis.(har)

Bottom of Form

 


Posting Komentar

0 Komentar