Kepala Bidang Teknik Prasarana Dishub Lumajang, Hari Subagiyo, menjelaskan bahwa hambatan utama bukan pada penanganan teknis, melainkan keterbatasan armada operasional untuk menjangkau lampu di bagian atas.
"Kondisi ini membuat proses perbaikan di beberapa titik membutuhkan waktu lebih
lama dibandingkan lampu di sisi kanan dan kiri yang dapat ditangani langsung," ungkapnya, Kamis 30 April 2026.
Jenis gangguan yang ditemukan pun beragam, mulai dari lampu
yang hanya menyala satu warna, seperti hijau, hingga kerusakan sebagian pada
sistem. Namun, sebagian besar masalah terjadi pada unit lampu bagian atas,
sementara lampu samping umumnya masih berfungsi normal.
Meski demikian, Dishub menegaskan tidak ada penundaan dalam
merespons laporan masyarakat. Setiap aduan yang masuk langsung ditindaklanjuti
sesuai prioritas tingkat kerusakan dan kondisi di lapangan.
Tidak hanya traffic light, gangguan juga terjadi pada
Penerangan Jalan Umum (PJU). Laporan kerusakan bahkan diterima hampir setiap
hari, dengan penyebab dominan berasal dari faktor cuaca ekstrem seperti hujan
dan panas yang memengaruhi daya tahan komponen elektronik.
Untuk mempercepat penanganan, Dishub membagi dua tim utama
berdasarkan wilayah utara dan selatan yang bekerja penuh pada siang hari.
Sementara itu, tim Quick Response (QR) disiagakan pada malam hari untuk mengantisipasi
gangguan mendesak yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Dengan pola kerja tersebut, Dishub berupaya menjaga fungsi
infrastruktur lalu lintas tetap optimal, sekaligus meminimalkan risiko
kecelakaan akibat gangguan teknis di jalan raya. (yon)

0 Komentar