Lumajang, Suara Semeru - Pengelolaan kawasan Taman Nasional
Bromo Tengger Semeru dinilai tidak dapat dilakukan secara parsial oleh
masing-masing daerah. Diperlukan sinergi yang kuat antarwilayah agar kawasan
strategis tersebut dapat dikelola secara terpadu, berkelanjutan, dan memberi
manfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat
menghadiri kegiatan penataan kawasan Bromo Tengger Semeru, Selasa 14 April 2026.
Menurut Indah, kawasan Bromo-Tengger yang mencakup beberapa
kabupaten memiliki karakteristik yang saling terhubung. Karena itu, pendekatan
kolaboratif menjadi keharusan dalam pengelolaannya.
“Sinergi antar daerah menjadi kunci. Kawasan ini tidak bisa
dikelola sendiri-sendiri, tetapi harus terpadu agar hasilnya optimal,” ujarnya.
Ia menekankan, penguatan kerja sama lintas daerah akan
mempercepat terwujudnya tata kelola kawasan yang lebih terarah. Upaya tersebut
juga penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan
pengembangan sektor pariwisata.
Dengan koordinasi yang baik, berbagai program penataan,
mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penyediaan layanan dasar, dapat
berjalan selaras tanpa menimbulkan tumpang tindih kebijakan.
Indah juga menilai kolaborasi antarwilayah akan memperluas
dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Manfaat pengelolaan kawasan, kata dia,
tidak hanya terpusat di satu daerah, tetapi dapat dirasakan secara merata oleh
seluruh wilayah penyangga.
“Kalau dikelola bersama, manfaatnya juga akan dirasakan
bersama oleh masyarakat di seluruh kawasan,” katanya.
Lebih jauh, ia menyebut sinergi tersebut penting untuk
menjaga kualitas kawasan sebagai destinasi unggulan nasional yang tetap lestari
sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.
Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjut Indah, berkomitmen
memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah lain serta pemangku kepentingan
terkait. Langkah itu dilakukan untuk memastikan pengelolaan kawasan Bromo
Tengger Semeru berjalan semakin solid dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang kuat, kawasan ini diharapkan tidak
hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga ruang hidup yang mampu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.(har)

0 Komentar