Lumajang, Suara Semeru -Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa penguatan sistem irigasi menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan air dan keterbatasan sumber daya.
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, mengatakan sektor
pertanian sebagai tulang punggung daerah sangat bergantung pada ketersediaan
air yang terkelola dengan baik.
“Air ibarat darah bagi pertanian. Jika alirannya terganggu,
maka produktivitas juga akan ikut terganggu,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.
Ia menjelaskan, tantangan pengelolaan air ke depan semakin
kompleks. Kebutuhan air terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan
aktivitas ekonomi, sementara ketersediaannya cenderung terbatas. Kondisi ini
menuntut sistem irigasi yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga
terintegrasi dan berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Lumajang
mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Irigasi sebagai
landasan hukum dalam pengelolaan sumber daya air yang lebih komprehensif.
Menurut Yudha, regulasi tersebut tidak hanya mengatur
distribusi air, tetapi juga memperkuat sistem secara menyeluruh, mulai dari
perlindungan petani, pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), hingga
pengelolaan aset irigasi.
“Ini bukan sekadar soal mengalirkan air, tetapi bagaimana
kita memastikan sistemnya kuat dan berkelanjutan untuk masa depan pertanian,”
katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga fungsi saluran irigasi
dari berbagai ancaman, seperti alih fungsi lahan dan penyempitan sempadan yang
dapat mengganggu distribusi air.
Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut berpotensi
menurunkan produktivitas pertanian dan berdampak langsung pada kesejahteraan
petani.
Lebih lanjut, Yudha menegaskan penguatan sistem irigasi
memiliki peran strategis dalam mewujudkan Lumajang sebagai lumbung pangan di
Jawa Timur, sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan daerah.
“Ketahanan pangan tidak akan tercapai tanpa irigasi yang
baik. Ini menjadi fondasi utama,” ujarnya.
Ia berharap Raperda Irigasi dapat dibahas secara
komprehensif bersama DPRD agar menghasilkan kebijakan yang kuat, implementatif,
dan mampu menjawab tantangan pengelolaan air di masa depan.
Dengan penguatan regulasi dan sistem irigasi yang
berkelanjutan, Pemkab Lumajang optimistis sektor pertanian akan semakin
produktif, tangguh, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara
berkelanjutan.(har)

0 Komentar