Lumajang, Suara Semeru – Garis pantai selatan Lumajang menjadi panggung aksi hijau pada Rabu kemarin, ketika Polres Lumajang bersama Bhayangkari menanam ratusan pohon kelapa di kawasan Pantai Dampar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi Sedunia 2026, tetapi juga menandai momentum Yayasan Kemala Bhayangkari yang genap berusia 46 tahun.
Dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, Alex Sandy
Siregar, kegiatan tersebut berlangsung sejak pagi dengan melibatkan puluhan
personel kepolisian dan anggota Bhayangkari. Mereka menyusuri bentangan pesisir
yang rawan abrasi, membawa bibit kelapa dan menanamnya secara bertahap di
titik-titik strategis.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Wilayah pesisir selatan
Lumajang dikenal rentan terhadap abrasi akibat gelombang tinggi Samudra Hindia.
Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan garis pantai telah mengancam lahan
warga dan ekosistem setempat. Penanaman pohon kelapa dipilih karena memiliki
akar kuat yang mampu menahan pasir dan memperlambat laju pengikisan pantai,
sekaligus memberikan nilai ekonomi melalui hasil panennya di masa depan.
“Ini bukan sekadar seremonial. Penanaman ini adalah
investasi jangka panjang melindungi garis pantai sekaligus membuka peluang ekonomi
bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, aksi ini mencerminkan pendekatan baru kepolisian
dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui isu lingkungan. Polres
Lumajang menekankan bahwa pelestarian alam tidak bisa dibebankan pada satu
pihak saja. Kolaborasi lintas elemen mulai dari aparat, organisasi, hingga
warga menjadi kunci menjaga keberlanjutan wilayah pesisir.
Di sisi lain, keterlibatan Bhayangkari memperlihatkan
perluasan peran organisasi pendamping kepolisian tersebut. Di usia ke-46,
Yayasan Kemala Bhayangkari tidak lagi hanya berfokus pada kegiatan sosial dan
pendidikan, tetapi juga aktif dalam gerakan rehabilitasi lingkungan. Penanaman
ratusan pohon kelapa ini menjadi simbol komitmen tersebut bahwa pengabdian juga
berarti menjaga bumi bagi generasi mendatang.
Aksi di Pantai Dampar pun diharapkan menjadi pemicu gerakan
serupa di wilayah pesisir lain di Jawa Timur. Dengan ancaman perubahan iklim
yang semakin nyata, langkah-langkah sederhana seperti penanaman pohon kini
menjadi bagian penting dari strategi besar menjaga keseimbangan alam. (yon)

0 Komentar