Lumajang, Suara Semeru - Upaya pemberantasan kejahatan, khususnya penyalahgunaan narkotika, tidak dapat hanya bertumpu pada penegakan hukum. Peran keluarga, terutama orang tua, dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penyimpangan sejak dini.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan hal itu saat
menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum yang
digelar Kejaksaan Negeri Lumajang, Rabu 23 April 2026. Dalam kegiatan tersebut,
tingginya jumlah perkara narkotika menjadi sorotan sekaligus pengingat
pentingnya penguatan pendekatan preventif berbasis keluarga.
Menurut Indah, edukasi sejak dini di lingkungan keluarga
memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta ketahanan individu
terhadap pengaruh negatif. Orang tua tidak hanya berfungsi sebagai pengawas,
tetapi juga sebagai pendidik utama yang menanamkan nilai, norma, serta
kesadaran akan risiko penyalahgunaan narkotika.
“Pencegahan harus dimulai dari rumah. Orang tua harus hadir,
mengawasi, sekaligus menjadi tempat anak bercerita. Dari situlah benteng
pertama dibangun,” ujarnya.
Ia menekankan, komunikasi yang sehat antara orang tua dan
anak menjadi fondasi penting dalam pencegahan. Keterbukaan, kedekatan
emosional, serta kehadiran orang tua dalam kehidupan anak dinilai mampu menutup
celah yang kerap dimanfaatkan oleh pengaruh negatif dari luar.
Lebih lanjut, Indah mengingatkan bahwa pengawasan tidak
identik dengan pembatasan berlebihan, melainkan pendampingan yang membangun
kepercayaan. Dengan pola asuh yang tepat, anak diharapkan tidak hanya
terlindungi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengambil keputusan yang
benar.
Data perkara yang didominasi kasus narkotika menunjukkan
bahwa ancaman tersebut masih nyata di tengah masyarakat. Karena itu, sinergi
antara keluarga, lingkungan, dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam
memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, pemusnahan barang bukti tetap menjadi bagian
penting dalam proses penegakan hukum. Namun, langkah tersebut juga mengandung
pesan bahwa pencegahan berbasis kesadaran kolektif perlu terus diperkuat.
Pendekatan ini menegaskan bahwa perang melawan narkotika
tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi harus dimulai dari penguatan unit
terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga. Dari keluarga yang kuat diharapkan
lahir generasi yang tangguh.
Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Lumajang tidak hanya
berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga membangun sistem perlindungan
sosial yang dimulai dari keluarga, dengan orang tua sebagai kunci utama dalam
menjaga masa depan generasi.(har)

0 Komentar