DUKA MENDALAM: BOCAH 12 TAHUN DITEMUKAN MENINGGAL DI SUNGAI BONDOYUDO SETELAH HILANG 4 HARI

 

Lumajang, Suara Semeru — Warga di Kabupaten Lumajang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat anak laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Bondoyudo, tepatnya di Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Kedungjajang, pada Rabu (8/4/2026). Korban kemudian teridentifikasi sebagai Muhammad Haikal (12), warga Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, yang sebelumnya dilaporkan hilang secara misterius sejak empat hari lalu.

Penemuan jasad Haikal bermula dari kecurigaan warga yang melihat tubuh tersangkut di ranting bambu di tepian sungai dalam posisi tertelungkup. Kondisi tersebut langsung dilaporkan kepada aparat setempat yang kemudian melakukan evakuasi bersama tim gabungan.

Kapolsek Sukodono, AKP Ernowo, menjelaskan bahwa korban terakhir kali terlihat pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Haikal sempat berpamitan kepada orang tuanya untuk bermain di sekitar sungai yang tak jauh dari rumahnya.

“Korban berpamitan untuk bermain di sekitar sungai. Namun hingga sore hari tidak kunjung pulang, sehingga keluarga mulai khawatir dan melaporkan kehilangan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bersama warga dan relawan segera melakukan pencarian intensif. Penyisiran dilakukan dari titik awal korban dilaporkan hilang, yakni di kawasan Sungai Menjangan di Desa Dawuhan Lor, hingga menyusuri aliran menuju Sungai Biting.

Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, mulai dari derasnya arus sungai hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Meski demikian, upaya tersebut terus dilakukan selama beberapa hari sebelum akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Bondoyudo, yang berjarak cukup jauh dari lokasi awal hilangnya korban.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat. Warga Desa Dawuhan Lor mengenal Haikal sebagai anak yang aktif dan ceria. Kepergiannya yang mendadak menimbulkan kesedihan sekaligus menjadi pengingat akan bahaya bermain di sekitar aliran sungai tanpa pengawasan.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, meskipun dugaan awal mengarah pada kecelakaan akibat terseret arus sungai. AKP Ernowo juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area yang berisiko seperti sungai.

“Kami mengimbau agar orang tua tidak lengah dalam mengawasi anak-anaknya, terlebih di lingkungan yang memiliki potensi bahaya seperti sungai dengan arus deras. Tragedi ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan, sekaligus meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar