DINKES LUMAJANG TEMUKAN 566 KASUS TBC HINGGA APRIL 2026, SKRINING DIPERLUAS

 

Lumajang, Suara Semeru - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang terus meningkatkan upaya penemuan kasus baru tuberkulosis (TBC). Sepanjang periode Januari hingga 16 April 2026, tercatat sebanyak 566 kasus positif TBC.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, dr. Marshall Trihandono, mengatakan data tersebut dihimpun dari laporan rumah sakit dan puskesmas.

“Data yang kami terima dari rumah sakit dan puskesmas, ditemukan 566 kasus positif TBC,” ujar Marshall, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, pemerintah pusat menargetkan penemuan kasus TBC secara aktif dalam satu tahun guna mempercepat pengobatan dan mencegah penularan lebih luas.

“Kita juga ditarget oleh pemerintah pusat untuk menemukan penderita TBC selama satu tahun. Nantinya bisa segera diobati supaya tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain,” katanya.

Menurut Marshall, tingginya angka kasus TBC dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya pola hidup tidak sehat serta ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan selama enam bulan.

Selain itu, stigma di masyarakat juga menjadi kendala dalam penanganan penyakit ini.

“Stigma diskriminasi ini masih sangat kuat. Jika ada warga sakit TBC, biasanya ditutupi karena khawatir dikucilkan,” ujarnya.

Dinkes P2KB Lumajang, lanjut Marshall, terus menggencarkan skrining untuk mendeteksi kasus secara dini dan mempercepat eliminasi penularan.

“Harapan kita adalah menemukan kasus TBC baru sehingga bisa segera diobati dan tidak menular kepada orang lain,” ucapnya.

Skrining dilakukan terhadap warga yang memiliki gejala, seperti batuk lebih dari dua minggu, dengan pemeriksaan dahak di fasilitas kesehatan.

“Pemeriksaan ini bisa dilakukan di puskesmas secara gratis,” pungkasnya.(har)

 

 

 


Posting Komentar

0 Komentar