Lumajang, Suara Semeru - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang resmi berganti kepemimpinan untuk periode 2026–2031. Drs. H. M. Nur Sahid kembali dipercaya menjabat sebagai Ketua BAZNAS Lumajang untuk kedua kalinya.
Dalam susunan pengurus terbaru, Ahmad Lukman Hakim, SE
ditunjuk sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan. Suharyo, AP menjabat Wakil
Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan. Sementara itu, Drs.
Aminuddin dipercaya sebagai Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan
Pelaporan, serta Arif Rohman Hakim sebagai Wakil Ketua IV Bidang Administrasi,
SDM, dan Umum.
Dengan formasi baru tersebut, BAZNAS Lumajang menargetkan
perolehan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) mencapai Rp10 miliar per tahun. Ketua
BAZNAS Lumajang, Nur Sahid, mengatakan pergantian kepengurusan ini membawa misi
untuk mengejar potensi zakat yang belum tergarap optimal di daerah tersebut.
Ia menyebutkan, potensi ZIS di Kabupaten Lumajang
diperkirakan mencapai Rp25 miliar per tahun. Namun, realisasi saat ini masih
berada di kisaran Rp6 miliar hingga Rp7 miliar.
“Ada selisih sekitar Rp7 miliar hingga Rp8 miliar yang belum
tersentuh. Untuk itu, di tahun depan kami targetkan naik menjadi Rp8 miliar dan
secara bertahap harus mencapai Rp10 miliar,” ujar Nur Sahid.
Untuk mencapai target tersebut, BAZNAS Lumajang memperkuat
internal organisasi dengan melibatkan jajaran pengurus baru. Selain itu,
sinergi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) juga terus ditingkatkan melalui
semangat fastabiqul khairat atau berlomba dalam kebaikan.
BAZNAS juga menyiapkan strategi distribusi yang lebih
inovatif. Salah satunya dengan mendorong masyarakat penerima bantuan (mustahik)
untuk menyisihkan sebagian kecil bantuan yang diterima sebagai infak.
Menurut Nur Sahid, langkah ini bertujuan mengedukasi
masyarakat agar terbiasa berbagi, sehingga secara bertahap diharapkan dapat
meningkatkan status mereka dari penerima bantuan menjadi pemberi infak
(munfiq).(har)

0 Komentar