Lumajang, Suara Semeru - Indah Amperawati menegaskan langkah tegas Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mengatasi kelangkaan LPG 3 kilogram yang meresahkan masyarakat. Praktik penimbunan yang terbukti di lapangan dipastikan akan langsung dihentikan tanpa kompromi, termasuk penutupan pangkalan pada hari yang sama.
Penegasan tersebut disampaikan usai rapat koordinasi
stabilitas stok LPG 3 kg dan BBM di Kantor Bupati Lumajang, Jum`at 10 April
2026. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil pemantauan langsung di sejumlah
titik distribusi, mulai dari SPBE, agen, hingga pangkalan, yang menunjukkan
adanya indikasi penyimpangan dalam tata kelola distribusi.
Dari hasil pengawasan, ditemukan pangkalan yang menyimpan
lebih dari 1.000 tabung kosong. Jumlah ini dinilai melampaui batas kewajaran
dan berpotensi menghambat perputaran distribusi LPG bersubsidi, sehingga memicu
kelangkaan di tingkat masyarakat.
Bupati menilai praktik tersebut tidak hanya melanggar
aturan, tetapi juga merugikan masyarakat kecil sebagai penerima manfaat utama.
“Kalau terbukti menimbun, hari ini juga ditutup. Tidak ada toleransi,”
tegasnya.
Pemerintah daerah juga telah mengantongi data pelanggaran
yang akan segera diserahkan kepada aparat penegak hukum sebagai bagian dari
proses penindakan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan efek jera bagi pelanggar
sekaligus menjaga transparansi.
Selain penindakan, Pemkab Lumajang memperketat aturan
penggunaan LPG 3 kilogram. Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pelaku usaha
tertentu ditegaskan tidak diperkenankan menggunakan LPG bersubsidi. Kebijakan
ini akan diperkuat melalui surat edaran resmi guna memudahkan pengawasan di
lapangan.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan
pembelian berlebihan maupun menjual kembali LPG di atas harga yang telah
ditetapkan. Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar
Rp18.000 di tingkat pangkalan.
“HET sudah jelas Rp18.000. Tidak boleh ada permainan harga.
Ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan akan terus
melakukan pemantauan intensif guna menjaga stabilitas distribusi LPG. Upaya ini
diharapkan mampu mengembalikan ketersediaan LPG 3 kilogram secara merata,
menjaga harga tetap terkendali, serta memenuhi kebutuhan masyarakat secara
adil.(har)

0 Komentar