Lumajang, Suara Semeru - Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kewaspadaan Dini Daerah sebagai langkah strategis menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan ini berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Lumajang, Kamis 9 April 2026.
Rakor yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan
Politik (Bakesbangpol) tersebut dihadiri Bupati Lumajang Indah Amperawati,
Kapolres Lumajang Alex Sandy Siregar, serta Dandim 0821/Lumajang Anton Subhandi,
bersama jajaran pejabat utama Pemkab dan Forkopimcam se-Kabupaten Lumajang.
Rapat ini menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi
sekaligus merumuskan langkah antisipatif dalam menghadapi dinamika global,
nasional, hingga potensi kerawanan di tingkat daerah.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan
pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas
wilayah. Ia mendorong penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) serta
peningkatan kewaspadaan terhadap peredaran narkotika yang dinilai menjadi
ancaman serius bagi generasi muda.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Menghidupkan
kembali poskamling dan meningkatkan kepedulian lingkungan menjadi kunci dalam
mencegah gangguan kamtibmas, termasuk peredaran narkoba,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, juga diidentifikasi sejumlah potensi
kerawanan di Kabupaten Lumajang, di antaranya distribusi LPG 3 kilogram,
aktivitas pertambangan, potensi konflik menjelang Pilkades serentak 2027,
hingga risiko bencana alam akibat aktivitas Gunung Semeru. Meski demikian,
kondisi wilayah secara umum dinilai tetap aman dan kondusif berkat soliditas
lintas sektor.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyoroti
dampak dinamika global terhadap kondisi ekonomi daerah, termasuk potensi
kenaikan harga komoditas akibat konflik internasional.
“Pemerintah daerah telah mengambil langkah efisiensi,
penguatan sektor ekonomi, serta meningkatkan pengawasan terhadap berbagai
potensi gangguan sosial seperti narkoba, premanisme, hingga konflik Pilkades,”
katanya.
Ia menegaskan pentingnya kesiapan seluruh jajaran pemerintah
daerah dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut agar stabilitas daerah
tetap terjaga.
Di sisi lain, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi
menekankan bahwa kewaspadaan dini merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan
wilayah dari berbagai ancaman, baik konvensional maupun non-konvensional.
“Kewaspadaan dini harus dibangun melalui deteksi dini dan
cegah dini dengan melibatkan seluruh elemen, baik TNI, Polri, pemerintah
daerah, hingga masyarakat. Sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam menghadapi
berbagai potensi ancaman,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian
penting dari sistem pertahanan negara yang harus diperkuat secara
berkelanjutan.
“TNI bersama Polri turut berperan aktif mendukung sektor
pertanian guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman, sekaligus menjaga
stabilitas nasional,” tambahnya.
Melalui rakor ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan
dapat terus memperkuat sinergitas dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi
berbagai dinamika yang berkembang, sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten
Lumajang tetap aman, stabil, dan kondusif.(har)

0 Komentar