SINERGI PEMKAB LUMAJANG–TNI PERKUAT LAYANAN DASAR LEWAT POSYANDU

 

Lumajang, Suara Semeru - Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Kesdam V/Brawijaya yang digelar di Batalyon Infanteri (Yonif) 527/BY, Kabupaten Lumajang, 5 Februari 2026, menjadi cerminan pentingnya penguatan layanan dasar masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Posyandu tidak lagi dinilai sebatas rutinitas kegiatan, tetapi dari kemampuannya membangun sistem pelayanan yang terpadu, konsisten, dan berdampak. Hal tersebut tercermin dari keikutsertaan Posyandu Kemuning 527 yang merupakan Posyandu binaan di lingkungan satuan TNI.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Adji Kusuma, mengatakan lomba ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses evaluasi sekaligus pemacu peningkatan kualitas Posyandu. Ia menegaskan, sejalan dengan kebijakan nasional Transformasi Posyandu, peran Posyandu kini semakin luas.

“Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga melaksanakan enam bidang Standar Pelayanan Minimal. Ini menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui pelayanan yang terpadu, responsif, dan berkelanjutan,” kata Dewi Natalia.

Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dan TNI dalam pembinaan Posyandu di lingkungan satuan merupakan model kemitraan strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. Pembinaan tersebut tidak hanya memperkuat dukungan sumber daya, tetapi juga membangun kultur pelayanan yang disiplin, tertib administrasi, dan terukur.

Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, Posyandu dinilai sebagai garda terdepan karena bersentuhan langsung dengan kondisi riil masyarakat. Mulai dari pencegahan stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi ketahanan keluarga.

Posyandu Kemuning 527 dinilai aktif dan konsisten dalam menjalankan layanan. Sinergi kader Posyandu bersama Persit Kartika Chandra Kirana serta dukungan lintas sektor menunjukkan bahwa pelayanan masyarakat akan lebih kuat bila dijalankan secara kolektif dan terkoordinasi. Keterlibatan unsur TNI juga memberikan penguatan dalam pendampingan, pengorganisasian kader, serta pembinaan berkelanjutan.

“Lomba ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para kader yang telah bekerja dengan penuh keikhlasan. Kami berharap semangat ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi Posyandu lainnya di Kabupaten Lumajang,” tambahnya.

Melalui lomba ini, Pemkab Lumajang menegaskan bahwa kualitas layanan dasar tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi oleh ekosistem pelayanan yang dibangun bersama. Pemerintah daerah berperan dalam penguatan kebijakan dan program, sementara TNI memperkuat pelaksanaan di lapangan melalui dukungan organisasi dan kedisiplinan.

Pemkab Lumajang berharap, model kemitraan lintas sektor seperti ini dapat terus diperluas agar Posyandu semakin berperan sebagai pusat layanan dasar yang modern, responsif, dan berdaya guna bagi masyarakat.(har)

 


Posting Komentar

0 Komentar