Lumajang, Suara Semeru - Motif sepasang kekasih yang meninggalkan bayi laki-laki di sebuah warung gorengan di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akhirnya terungkap. Keduanya mengaku nekat meninggalkan sang bayi karena alasan ekonomi.
Kapolsek Senduro, AKP Wahono Pudji Santoso, mengatakan
orangtua bayi datang ke Mapolsek Senduro dan mengakui perbuatannya beberapa jam
setelah bayi tersebut ditemukan warga.
“Sekitar pukul 05.00 WIB bayi ditemukan warga, lalu sekitar
pukul 08.00 WIB orangtuanya datang ke Polsek dan mengakui perbuatannya,” kata
Wahono, 5 Februari 2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, lanjut Wahono,
kedua orangtua bayi mengaku tidak sanggup merawat buah hati mereka karena
keterbatasan ekonomi. Mereka khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar,
termasuk asupan gizi bayi.
“Motifnya karena faktor ekonomi yang kurang baik. Mereka
takut tidak bisa merawat bayinya dengan layak, sehingga memilih meninggalkannya
dengan harapan ada warga yang menemukan,” ujar Wahono.
Sebelumnya, warga menemukan seorang bayi laki-laki dalam
kondisi hidup di sebuah warung gorengan. Saat ditemukan, bayi tersebut dalam
keadaan terbungkus selimut dan mengalami kedinginan. Bayi itu kemudian dibawa
ke Puskesmas Senduro untuk mendapatkan perawatan medis.
Polisi mengungkapkan, ayah bayi tersebut berinisial R, warga
Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Sementara ibunya
berinisial L, warga Desa Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.
Kedua orangtua bayi kini masih menjalani pemeriksaan di Unit
Reskrim Polsek Senduro. Polisi belum memastikan apakah bayi tersebut akan
dikembalikan kepada orangtuanya, mengingat proses hukum masih berlangsung.
Sementara itu, kondisi bayi dilaporkan mulai stabil dan
masih dalam pengawasan tenaga medis di Puskesmas Senduro.(har)

0 Komentar