Lumajang, suara semeru - Polemik pengelolaan tiket masuk wisata Tumpak Sewu dan Coban Sewu di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang kini mereda. Pemerintah daerah memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan melalui pendampingan dan koordinasi lintas wilayah.
Junaidi, S.Pd
Anggota Komisi B DPRD Lumajang, mengatakan perbedaan pandangan terkait
mekanisme tiket dan tata kelola destinasi sudah dibahas bersama para pemangku
kepentingan.
“Polemik pengelolaan
tiket Tumpak Sewu dan Coban Sewu di perbatasan Lumajang dan Malang sudah
dilakukan pendampingan. Alhamdulillah, situasi bisa direda dan diselesaikan
dengan baik,” ujarnya, pada saat Talk Show Dewan Mendengar di Radio Semeru fm
Lumajang.
Menurut Junaidi,
koordinasi lintas kabupaten menjadi kunci mengingat lokasi air terjun berada di
kawasan perbatasan. DPRD Lumajang, khususnya Komisi B, menilai model
pengelolaan saat ini sudah berjalan cukup ideal, meski tetap memerlukan
evaluasi menyeluruh.
“Pengelolaan saat
ini sudah berjalan baik, namun perlu evaluasi komprehensif agar potensi
pendapatan daerah dari sektor wisata ini terus meningkat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten
Lumajang mencatat pendapatan dari sektor wisata Tumpak Sewu rata-rata mencapai
Rp150 juta per bulan atau sekitar Rp1,8 miliar per tahun. Angka tersebut
dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
DPRD juga mendorong
lahirnya regulasi khusus mengenai pengelolaan wisata strategis guna memperkuat
kepastian hukum dan tata kelola destinasi bernilai ekonomi tinggi tersebut.
Selain itu, sinergi pengelolaan lintas wilayah Lumajang-Malang dinilai perlu
terus ditingkatkan untuk mencegah potensi konflik di masa mendatang.
Sementara itu,
Sekretaris Dinas Pariwisata Lumajang, Agni Asmara Megatrah, menegaskan
pengembangan Tumpak Sewu diarahkan pada prinsip pariwisata berkelanjutan.
Pemerintah daerah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi,
kelestarian lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Tumpak Sewu kami
arahkan pada konsep pariwisata berkelanjutan, sehingga ada keseimbangan antara
peningkatan ekonomi daerah dan pelestarian lingkungan,” ujar Agni.
Terkait konflik yang
sempat muncul, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah berkoordinasi dengan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Proses penyelesaian telah dilakukan dan situasi
kini dinyatakan kondusif.
Tumpak Sewu yang
berada di lereng Gunung Semeru tetap menjadi destinasi unggulan. Hingga saat
ini, tercatat hampir 115 ribu wisatawan mancanegara berkunjung ke kawasan
tersebut.(yon)

0 Komentar