GERAKAN PANGAN MURAH LUMAJANG EFEKTIF JAGA DAYA BELI DAN STABILITAS HARGA

 

Lumajang, Suara Semeru - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang terbukti menjadi instrumen efektif dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat akan bahan pangan terjangkau. Antusiasme warga yang tinggi menunjukkan kebijakan intervensi pasar ini tidak hanya relevan, tetapi juga berdampak langsung terhadap penguatan daya beli serta stabilitas konsumsi rumah tangga.

Pada pelaksanaan GPM di Kantor Kecamatan Lumajang, Kamis 12 Februari 2026, Pemkab Lumajang menyalurkan puluhan ton bahan pangan pokok dengan harga di bawah pasaran. Komoditas yang disediakan meliputi beras sebanyak 5 ton, minyak goreng 1.200 liter, gula pasir 1 ton, telur ayam 1 ton, bawang putih 200 kilogram, bawang merah 200 kilogram, cabai rawit 150 kilogram, serta cabai merah besar 150 kilogram.

Volume distribusi tersebut dirancang untuk menjangkau kebutuhan masyarakat secara luas sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di tingkat konsumen.

Respons positif masyarakat menegaskan bahwa selisih harga yang ditawarkan dalam GPM memberikan dampak nyata terhadap pengeluaran harian warga, terutama untuk komoditas strategis yang kerap mengalami fluktuasi harga. Dengan harga yang lebih terkendali, masyarakat memiliki ruang ekonomi lebih longgar untuk memenuhi kebutuhan lainnya, sehingga tekanan inflasi pada tingkat rumah tangga dapat ditekan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, mengatakan penyaluran pangan murah dalam jumlah besar merupakan langkah terukur pemerintah daerah untuk menyeimbangkan sisi pasokan dan permintaan.

“Penyediaan bahan pangan pokok dalam volume besar dan harga terjangkau ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam gejolak harga di pasar. Antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa kebijakan ini tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, GPM tidak sekadar kegiatan jual beli, tetapi juga merupakan bentuk intervensi kebijakan yang berdampak sistemik terhadap stabilitas harga pangan daerah.

Dengan masuknya tambahan pasokan ke tingkat konsumen, tekanan kenaikan harga di pasar dapat dikurangi sehingga stabilitas harga pangan lebih terjaga.

Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk menjadikan Gerakan Pangan Murah sebagai program berkelanjutan yang adaptif terhadap dinamika harga dan kebutuhan masyarakat. Melalui perluasan jangkauan serta penguatan volume distribusi, GPM diharapkan terus menjadi penopang ketahanan pangan daerah sekaligus instrumen perlindungan sosial bagi masyarakat Lumajang.(har)

 


Posting Komentar

0 Komentar