ANGIN KENCANG TERJANG JAWA TIMUR, LUMAJANG TERMASUK CATAT KECEPATAN TERTINGGI

Lumajang, Suara Semeru - Angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Jawa Timur 3 hari belakangan ini. Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, Kabupaten Jember dan Lumajang tercatat sebagai wilayah dengan kecepatan angin tertinggi.

Pantauan alat telemetri dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG Iklim Jawa Timur menunjukkan peningkatan signifikan kecepatan angin di berbagai daerah. Selain Jember, beberapa wilayah lain juga mengalami kondisi serupa.

AAWS Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, mencatat kecepatan angin mencapai 45,4 kilometer per jam pada pukul 11.47 WIB. Catatan tersebut menempatkan Lumajang sebagai salah satu wilayah dengan hembusan angin terkuat di Jawa Timur.

Sementara itu, AWS Panarukan, Kabupaten Situbondo, mencatat kecepatan angin 44,5 kilometer per jam pada pukul 11.10 WIB. Stasiun Klimatologi Jawa Timur di Malang juga mencatat kecepatan angin 44,0 kilometer per jam pada pukul 00.30 WIB.

Dengan demikian, enam wilayah dengan catatan angin kencang tertinggi di Jawa Timur selama periode tersebut meliputi Jember, Kediri, Ponorogo, Lumajang, Situbondo, dan Malang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan cuaca ekstrem berupa angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mulai dari pohon tumbang, kerusakan atap rumah, hingga gangguan jaringan listrik. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

“Checklist ini kami susun agar masyarakat memiliki panduan sederhana dan mudah dipahami tentang apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah angin kencang terjadi,” kata Isnugroho, Senin 26 Januari 2026.

Sebelum angin kencang, BPBD mengimbau warga memeriksa kondisi rumah, terutama atap, genteng, dan jendela, agar tidak mudah terlepas atau roboh. Warga juga diminta memangkas ranting pohon yang berpotensi patah serta mengamankan barang-barang di luar rumah.

Saat angin kencang berlangsung, masyarakat disarankan tetap berada di dalam rumah, menutup rapat pintu dan jendela, serta menghindari area dekat kaca. Jika berada di luar ruangan, warga diminta mencari tempat berlindung yang kokoh dan menjauhi pohon besar, tiang listrik, serta bangunan tidak stabil.

Bagi pengendara, BPBD mengingatkan agar segera menepi di tempat aman, menjauh dari pepohonan dan baliho, mematikan mesin kendaraan, serta menunggu hingga kondisi angin mereda. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar