WASPADA PENULARAN VIRUS CORONA PADA ANAK, RUMAH SAKIT WIJAYA KUSUMA GELAR PROGRAM INDOKU WEBINAR SERIES


      Pandemi virus corona (Covid-19) mendapat perhatian serius dari Rumah Sakit Wijaya Kusuma Lumajang. Oleh karena itu pada Senin (1/6) pagi, pihak Rumah Sakit Wijaya Kusuma menyelenggarakan program Informasi Dokterku (INDOKU) Webinar Series #1.
      Acara ini disiarkan secara langsung oleh Radio Semeru FM Lumajang, baik itu melalui siaran radio maupun di akun facebook Radio Semeru FM Lumajang. Narasumber dalam program tersebut adalah seorang dokter spesialis anak, yakni dr. Nurul Yudhi, Sp.A. Sementara pemandu acara adalah seorang dokter yang tampak anggun, sekaligus menjabat sebagai Wakil Direktur Rumah Sakit Wijaya Kisuma, yakni dr. Ika Sari Rahmatina, M.Kes. Tema yang diusung dalam perbincangan itu adalah "Kenali Gejala dan Pencegahan Covid-19 pada Anak".
      “Kegiatan ini kami lakukan sebagai wujud kepedulian kami terhadap pandemi virus corona, yang saat ini sudah menyebar merata di Indonesia,” ungkap Wakil Direktur Rumah Sakit Wijaya Kusuma dr. Ika Sari Rahmatina, M.Kes., ketika mengawali dialog sebagai pembawa acara di Program INDOKU Webinar Series #1      Sementara itu, dr. Nurul Yudhi, Sp.A., menjelaskan bahwa gejala Covid-19 pada anak hampir sama dengan orang dewasa. Hanya saja pada anak cenderung ringan, seperti pilek biasa atau bahkan bisa tanpa gejala.



      Hal tersebut bisa terjadi karena pada anak, kelenjar timus yang terlibat dalam system imun tubuh, masih bekerja dengan baik. “Gejala infeksi virus corona biasanya seperti demam, pilek, radang tenggorokan. Sementara 40 persen gejala yang muncul adalah batuk dan sesak napas,” papar dokter berparas cantik ini.
      Selain itu, lanjut dr. Nurul Yudhi, Sp.A., gejala gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare pada anak juga bisa terjadi meskipun sangat jarang. Kendati ringan, gejala pada bayi dan juga anak, bisa berkembang menjadi gagal napas akut yang sangat berbahaya. “Kami pernah menerima pasien anak dengan gejala pendarahan. Itu sudah sangat berbahaya dan harus cepat ditangani,” jelasnya.
      Oleh karena itu, kata dr. Nurul Yudhi, Sp.A., dirinya mengajak masyarakat untuk mencegah penularan virus corona, dengan memulai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ajari anak mencuci tangan dengan benar menggunakan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. “Pastikan anak membasuh seluruh bagian tangan, termasuk punggung tangan, sela-sela jari dan ujung kuku,” imbuhnya.
      Ia memaparkan, anak juga perlu mulai membiasakan diri untuk mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh hewan, serta setelah batuk atau bersin. Selain menerapkan cara di atas, ingatkan juga untuk menutup mulut dengan tisu saat bersin atau batuk dan tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.
      Pencegahan infeksi virus corona pada anak, lanjut dr. Nurul Yudhi, Sp.A., sebenarnya sama dengan pola pencegahan pada orang dewasa. “Anda bisa menyediakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% di dalam tas, untuk digunakan bila tidak ada air dan sabun saat perlu mencuci tangan. Hindari juga perkumpulan dalam jumlah banyak, karena itu sangat beresiko,” ujarnya.




      Selain itu, asupan gizi yang kaya akan sayuran dan buah-buahan tinggi beta karoten, diketahui dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, termasuk infeksi virus corona. “Kekebalan tubuh yang paling banyak ada pada pencernaan, maka makanan sehat adalah kuncinya,” tegasnya.
      Jika masih menyusui, kara dr. Nurul Yudhi, Sp.A., maka beri Air Susu Ibu (ASI) sebanyak-banyaknya, karena pemberian ASI pada bayi secara berkesinambungan sangat membantu untuk meningkatkan imun dan kekebalan tubuh pada bayi.
      Namun, perlindungan penyakit pada anak juga perlu ditambah dengan melengkapi imunisasi. Walaupun belum ada vaksinasi khusus untuk virus corona, pastikan anak mendapatkan imunisasi dasar yang lengkap dan sesuai jadwal. “Biasanya kami akan melakukan imunisasi dulu, baru meberikan pelayanan kepada anak yang sakit,” jelasnya.
      Tidak hanya itu, untuk memperkuat daya tahan tubuh dalam melawan infeksi virus corona juga perlu dilakukan olah raga secara rutin, minimal 30 menit sehari. Karena, dengan olah raga rutin membuat tubuh aktif bergerak, dapat menjadi cara efektif menjaga kesehatan dan melindungi diri dari infeksi virus corona.
      Selain berolah raga, kata dr. Nurul Yudhi, Sp.A., kebutuhan vitamin D dengan cara berjemur, juga harus rutin dilakukan. Langkah ini dinilai sangat efektif untuk mengontrol imun tubuh. Selain prosesnya yang mudah, kegiatan berjemur secara rutin ini juga bisa dilakukan di rumah. “Berjemurlah ketika agak pagi cukup 30 menit atau kalau siang cukup 15 menit. Ini sangat membantu memenuhi kebutuhan imun tubuh, terutama kebutuhan akan vitamin D,” tuturnya.
Selain itu, penggunaan masker juga tetap harus dilakukan untuk mencegah penularan virus corona pada anak atau menularkan virus pada orang lain.







      Pada bagian ahir, Wakil Direktur Rumah Sakit Wijaya Kusuma Lumajang dr. Ika Sari Rahmatina, M.Kes., menyatakan tujuan dari program INDOKU Webinar Series #1 dilakukan sebagai langkah mengedukasi masyarakat agar paham soal bahaya virus corona. Apalagi virus tersebut sudah menyerang anak-anak, sehingga langkah pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin.

“Acara ini kami harapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat, sehingga masyarakat paham apa sebenarya Covid-19 dan bagaimana cara menanganinya,” pungkasnya, sembari menutup acara yang berlangsung satu jam tersebut (YONI)


Posting Komentar

0 Komentar