MUSRENBANG BAHAS REFOCUSING ANGGARAN DAN PEMULIHAN EKONOMI




     Covid-19 telah menjadi pandemi global yang dampaknya berimbas langsung pada masyarakat Lumajang, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial kemasyarakat lainnya. Darurat corona juga membuat rencana pembangunan terpending dan Pemerintah Daerah Lumajang terpaksa harus melakukan refocusing APBD tahun 2020. Hal ini terungkap saat penyampaian Rencana Kerja Pembangunan Daerah(RKPD) dalam forum Musyawarah Rencana Pembanguan (Musrendbang) tahun anggaran 2021 di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang Selasa (14/4).
      Dalam sambutan sekaligus pemaparannya , Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, M.ML (Cak Thoriq), mengatakan bahwa pihaknya telah menganggarkan sekitar Rp 30 miliar untuk hadapi Covid-19 yang mencakup 3 prioritas, yakni kesehatan, dampak ekonomi, dan jaring pengaman sosial.
Pemkab Lumajang juga menerapkan kebijakan anak sekolah belajar di rumah dengan bimbingan guru melalui orang tua, pembatasan aktivitas di luar rumah, penyemprotan desinfektan di fasilitas-fasilitas umum, karantina wilayah zona merah, menyiapkan lokasi karantina untuk pemudik, pengurangan jam kerja aparat sipil negara (ASN), pembatasan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, merancang program ‘ngeramut tonggo’, serta pembatasan jam operasional toko-toko modern dan pusat pembelanjaan.
      Seberapa pun anggaran yang dikeluarkan dan sekuat apapun upaya pemerintah dalam mengatasi dampak corona ini, menurut Cak Thoriq, tidak akan bisa berhasil tanpa partisipasi publik. Kekuatan pemerintah menurutnya ada batasnya. Karena itu strategi yang dilakukan saat ini adalah menggerakkan partisipasi publik sambil saving anggaran untuk rencana ke depan.
      “Hari ini yang terpenting adalah berbuat. Lakukan yang terbaik jangan hanya ngersulo, karena semua pasti ngersulo. Soal ada yang harus dievaluasi, tidak apa-apa memang kondisinya saat ini menuntut begitu,” tegas Cak Thoriq yang juga mengkritik orang yang hanya bisa ngersulo dan berfikir negatif tanpa berbuat apa-apa.

      Mengakhiri sambutannya, Cak Thoriq menggarisbawahi tentang perintahnya kepada Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), yakni foKus mengatasi semua masalah yang terjadi saat ini dan diakumulasikan untuk dasar perencanaan program ke depan. Cak Thoriq sadar banyak OPD yang anggarannya dikepras untuk kepentingan penanganan corona dan tidak sedikit pejabat yang kurang tidur karena masalah corona. Tapi itulah fakta yang harus dilakoni saat ini.
APBD Tahun 2021 Fokus Program Pemulihan Ekonomi
      Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si, (Bunda Indah) menyatakan bahwa tahun ini adalah tahun memprihatinkan, tahun di mana corona telah menyerang dunia. Musrenbang tahun 2021 yang dibahas saat ini adalah upaya pemulihan setelah apa yang terjadi di tahun 2020 sekarang ini.
      Bunda mengakui jika ponselnya dan ponsel Bupati tidak hentinya mendapat laporan dari masyarakat yang mengeluh tidak mampu membayar cicilan, tidak mampu bayar hutang bahkan persedian beras yang menipis. Jadi wajar jika tahun ini tidak ada pembangunan infrastruktur, karena pemerintah fokus untuk penanganan covid-19 dan jaring pengaman sosial.
      Baru tahun depan yakni 2021 fokus gerakan pemulihan ekonomi. “Gerakan tidak hanya dilakukan pemerintah saja, tetapi oleh semua pelaku pembangunan harus bergerak bersama-sama agar selama satu tahun anggaran ke depan Lumajang bisa pulih,” tegasnya.

       Untuk APBD tahun 2021 menurut Bunda Indah, akan diarahkan kepada sektor riil yakni pelatihan, pemberian bantuan modal dan pinjaman dana tanpa jaminan dan tanpa bunga. Ini menjadi fokus pemerintah sebagai salah satu cara mengangkat dan memulihkan pelaku ekonomi di Lumajang.
      Darurat corona juga berimbas pada dunia pendidikan. Anak sekolah terpaksa harus belajar di rumah yang tentunya ini berpengaruh pada kualitas pendidikan itu sendiri. Karena itu Bunda Indah memerintahkan kepada Dinas Pendidikan Lumajang untuk tahun depan memprogramkan pendidikan berbeaya murah. “Ini harus bisa dilakukan oleh sekolah-sekolah pemerintah, agar tidak ada anak putus sekolah, dan ini juga bisa menekan pernikahan usia dini,” ujar Bunda Indah sembari menegaskan jika beasiswa bagi mahasiswa agar tetap diprogramkan.
      Yang juga menjadi sorotan Bunda Indah yakni pemulihan bidang kesehatan dan keamanan. Dampak corona ini telah melemahkan ekonomi sehingga masyarakat banyak yang tidak peduli dengan kesehatannya demi mencukupi ekonomi keluarganya. Soal keamanan sangat rentan karena faktor ekonomi bisa memicu tindak kriminal. Belum lagi saat ini ada kebijakan dilepasnya beberapa napi yang tentunya jadi ancaman tersendiri.
      Menurut Bunda Indah, corona telah merubah mental perilaku manusia di seluruh dunia. Sebelumnya orang tua sering mengingatkan kepada anak-anaknya untuk cuci tangan, cuci muka, cuci kaki sebelum tidur, sementara orang tua sendiri sering lupa melakukan hal yang diperintahkan itu.   “Sekarang tidak hanya yang muda, yang tua semuanya dengan sendirinya membiasakan cuci tangan, cuci muka, cuci kaki bahkan sering mandi demi terhindar dari corona,” ujarnya.
      Namun di sisi lain virus corona telah melumpuhkan perekonomian. Jika sebelumnya Lumajang tahan dan tidak terlalu terpengaruh adanya krisis global, tapi kali ini Lumajang benar-benar turut terimbas. Bunda Indah mencontohkan pada tahun 1997 ada krisis ekonomi dan Lumajang tetap survive, karena Lumajang adalah daerah agraris sehingga bahan baku cukup tersedia dan masyarakat Lumajang adalah pelaku usaha kecil menengah yang tidak terpengaruh pada nilai mata uang dollar. Lumajang baru terpengaruh ketika ada bencana alam.
      “Kita bangga menjadi masyarakat Lumajang karena apa pun goncangan ekonomi kita tetap survive. Hanya tahun ini covid 19 memporak-porandakan semuanya, mulai dari pedagang cilot, gorengan, penjual nasi pecel, warung kopi semua dilibas,” ujarnya. Karena itu Bunda Indah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan gerakan pencegahan penyebaran corona dan siap sedia melakukan gerakan pemulihan di segala bidang.
      Sementara Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Anang Akhmad Syaifuddin, S.Ag, dalam sambutannya menyatakan bahwa sesuai tugas dan fungsinya, pihaknya akan selalu mengontrol jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di Lumajang.
Kepada OPD dan seluruh pelaksana pembangunan, Anang mengingatkan agar transparan dalam menggunakan anggaran serta bisa mempertanggungjawabkan secara riil anggaran yang digunakan tersebut. (TEGUH EKAJA)

Posting Komentar

0 Komentar