RESPONS CEPAT TANGGAP DARURAT: MENYISIR DUKA DAN LOGISTIK BANJIR DI TEMPURSARI

Lumajang, Suara Semeru – Bencana banjir yang menerjang pemukiman warga di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memicu pergerakan cepat penanganan tanggap darurat di tingkat daerah. Menjawab krisis pangan dan kebutuhan bantuan fisik warga terdampak, Kepolisian Resor (Polres) Lumajang menerjunkan tim bantuan yang mengombinasikan dukungan logistik pokok dan dukungan personel lapangan.

Pemberangkatan bantuan sosial (bansos) tersebut dilepas langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., dari halaman Markas Polres Lumajang. Sebanyak 100 paket sembako berisi bahan pangan pokok disalurkan bersamaan dengan pengerahan puluhan personel Polri yang dikirim langsung menuju titik-titik lokasi terdampak.

DUA SISI PENANGANAN: PEMENUHAN LOGISTIK DAN PENGAMANAN WILAYAH

Langkah respons cepat Polres Lumajang ini tidak sekadar berfokus pada pembagian logistik darurat, tetapi juga mencakup skema pengamanan dan mitigasi risiko pascabencana di area banjir.

Penyaluran logistik diarahkan langsung ke posko-posko penampungan serta rumah-rumah warga terdampak dengan mengedepankan koordinasi ketat antara jajaran Polsek Tempursari dan perangkat desa setempat untuk menjamin ketepatan sasaran.

WUJUD KEPEDULIAN DAN KOMITMEN KEHADIRAN POLRI

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi menegaskan bahwa respons cepat ini merupakan manifestasi kewajiban institusi kepolisian untuk selalu hadir membackup masyarakat di tengah situasi krisis akibat bencana alam.

"Pemberangkatan 100 paket sembako dan pergeseran puluhan personel ini merupakan bentuk respons cepat Polres Lumajang untuk meringankan beban serta membantu saudara-saudara kita di Kecamatan Tempursari yang sedang menghadapi musibah banjir," ungkapnya, Kamis 5 Nopember 2026.

Ia menambahkan, pergerakan personel di lapangan diatur secara taktis untuk menjaga kondusivitas keamanan lingkungan yang ditinggalkan atau terendam air, sekaligus menyiagakan evakuasi lanjutan jika debit air atau curah hujan kembali meningkat.

"Fokus utama kami hari ini adalah memastikan bantuan bahan pokok segera sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Selain menyalurkan logistik, puluhan personel disiagakan di lapangan untuk memantau perkembangan situasi pemukiman dan membantu proses evakuasi jika diperlukan," tegas Riki.

SINERGI ANTARLEMBAGA DAN MITIGASI CUACA EKSTREM

Penanganan dampak banjir di Tempursari turut menyoroti pentingnya integrasi antarinstansi dalam memetakan potensi risiko lanjutan. Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih mengintai sejumlah wilayah di Jawa Timur, mitigasi berbasis sinergi menjadi prioritas utama penanggulangan bencana di Lumajang.

Mengakhiri keterangannya, AKBP Riki Yariandi mengimbau masyarakat untuk tetap bersikap tenang namun tidak melonggarkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca.

"Kami mengimbau warga tetap tenang namun selalu waspada terhadap perubahan cuaca. Polres Lumajang bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus bersinergi menjaga keselamatan warga serta memastikan penanganan pascabencana berjalan lancar dan terorganisasi," pungkasnya. (yon)

Posting Komentar

0 Komentar