Lumajang, Suara Semeru — Perjalanan wisata ke luar negeri kerap kali hanya menjadi kenangan bagi sebagian orang. Namun, bagi Shila Rahma, kekagumannya terhadap keindahan Jepang justru menjadi pemantik untuk melihat dan mengangkat potensi besar yang tersimpan di tanah kelahirannya sendiri di Kabupaten Lumajang.
Dari keindahan lanskap Gunung Semeru yang dinilainya mirip
dengan Gunung Fuji di Negeri Sakura, Shila menggagas pendirian Sakura Garden
sejak sekitar 2019. Destinasi wisata bernuansa Jepang ini tidak hanya
menawarkan konsep rekreasi yang unik, tetapi juga menjadi wujud nyata
kreativitas generasi muda dalam membaca peluang serta memaksimalkan potensi
alam lokal.
TERINSPIRASI DARI KEMIRIPAN SEMERU DAN FUJI
Ide awal Sakura Garden lahir saat Shila melakukan kunjungan
ke Jepang. Di sana, ia mengamati bagaimana keindahan alam dipadukan secara
harmonis dengan penataan kawasan wisata yang menarik. Pengalaman tersebut
membuatnya memandang kampung halamannya dari sudut pandang yang berbeda.
Ia melihat kemiripan kontur dan karakter lanskap antara
Gunung Semeru di Lumajang dengan Gunung Fuji di Jepang. Ditambah dengan
keunggulan alam serta sektor pertanian di kawasan Sumbermujur, Shila terdorong
untuk menghadirkan konsep wisata baru di daerahnya.
"Saya pernah berkunjung ke Jepang. Kebetulan, saya
melihat potensi Lumajang, terutama Gunung Semeru, yang menurut saya mirip
sekali dengan Gunung Fuji. Selain itu, potensi alam dan pertanian di kawasan
Sumbermujur juga menjadi inspirasi saya," ujar Shila.
Langkah ini membuktikan bahwa kreativitas dalam membangun
sebuah destinasi wisata tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang sepenuhnya
baru. Inspirasi dari luar dapat diadaptasi untuk menggali dan memberikan nilai
tambah pada potensi yang telah dimiliki oleh daerah sendiri.
HADIRKAN PENGALAMAN WISATA INTERAKTIF ALA JEPANG
Sejak dirintis pada 2019, Sakura Garden dikembangkan dengan
mengusung konsep taman bergaya Jepang (Japanese Garden). Penataan lanskap yang
apik menjadi identitas utama yang ditawarkan kepada para pengunjung yang ingin
menikmati suasana khas Asia Timur tanpa harus bepergian jauh ke luar negeri.
Tidak hanya menyuguhkan pemandangan taman, pengelola juga
menyediakan layanan penyewaan pakaian tradisional atau pakaian bergaya Jepang.
Fasilitas ini memungkinkan pengunjung untuk berfoto di berbagai sudut estetis
kawasan tersebut, sehingga menghadirkan pengalaman liburan yang lebih
interaktif dan berkesan.
Konsep tematik yang diusung terbukti mampu menarik minat
wisatawan serta memberikan alternatif pilihan destinasi liburan baru yang segar
di Kabupaten Lumajang.
RUANG KONTRIBUSI NYATA GENERASI MILENIAL
Sebagai representasi generasi milenial, Shila memandang
sektor pariwisata sebagai wadah strategis bagi anak muda untuk mengambil peran
aktif dalam memajukan daerah. Menurutnya, kekayaan alam, sektor pertanian, dan
karakter geografis lokal memerlukan sentuhan kreativitas agar mampu dikemas
menjadi daya tarik yang bernilai ekonomi dan sosial.
Keberadaan Sakura Garden sekaligus menyampaikan pesan bahwa
pengembangan potensi daerah tidak harus mengorbankan identitas lokal.
Sebaliknya, inspirasi global dapat diselaraskan dengan kekuatan karakter daerah
asal.
Melalui inisiatif ini, Shila Rahma berhasil membuktikan
bagaimana sebuah perjalanan wisata dapat bertransformasi menjadi karya nyata.
Sakura Garden kini berdiri sebagai inspirasi bagi anak muda lainnya untuk terus
kreatif, jeli membaca peluang, dan bangga memperkenalkan potensi daerah melalui
inovasi pariwisata yang membanggakan. (yon)

0 Komentar