PENGUATAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH LUMAJANG BERBASIS KEBUTUHAN

 

Lumajang, Suara Semeru -  Penguatan kapasitas pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilakukan berdasarkan kebutuhan yang telah dipetakan melalui kajian sebelumnya.

Salah satu pijakan penguatan tersebut adalah kajian kolaboratif IPB University bersama Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lumajang pada 2025.

Kajian yang melibatkan 133 pengurus KDMP itu menunjukkan masih adanya kebutuhan penguatan kapasitas, terutama dalam pengembangan unit usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan kemitraan.

Temuan tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan bentuk pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan koperasi.

Ketua Tim Program Dosen Pulang Kampung IPB University Dr. Suprehatin mengatakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Kami ingin peserta tidak hanya pulang dengan tambahan pengetahuan, tetapi juga membawa rancangan yang dapat digunakan untuk mulai mengembangkan usaha koperasinya. Karena itu, seluruh proses pelatihan menggunakan kondisi nyata dari masing-masing KDMP,” ujar Suprehatin.

Pendekatan itu diwujudkan melalui Pelatihan Business Plan bagi Pengurus KDMP Kabupaten Lumajang dalam Program Dosen Pulang Kampung IPB University.

Pelatihan tersebut digelar bersama Diskoperindag Kabupaten Lumajang di Cafe Rumah Kedua Lumajang, Rabu (30/9/2026), dan diikuti 30 peserta dari 15 KDMP.

Disesuaikan dengan tipologi koperasi

Kepala Diskoperindag Kabupaten Lumajang Muhammad Ridha mengatakan, hasil kajian sebelumnya menunjukkan kebutuhan pengembangan yang berbeda antartipologi KDMP.

Karena itu, penguatan kapasitas pengurus tidak dapat dilakukan dengan pola yang sama untuk seluruh koperasi.

“Pengembangan kapasitas perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing koperasi,” kata Ridha.

Dengan pendekatan tersebut, aspek pengembangan usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan, maupun kemitraan dapat menjadi fokus pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing KDMP.

Bagi pengurus koperasi, pemetaan kebutuhan membantu menentukan kemampuan yang perlu diperkuat dalam menjalankan kegiatan koperasi.

Sementara bagi anggota dan masyarakat desa, peningkatan kapasitas pengurus menjadi bagian penting dari kesiapan koperasi dalam memberikan layanan dan menjalankan kegiatan ekonomi sesuai kebutuhan anggotanya.

Hasil kajian dilanjutkan ke lapangan

Program Dosen Pulang Kampung IPB University juga menjadi contoh bagaimana hasil kajian perguruan tinggi dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan pendampingan di lapangan.

Temuan penelitian tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi digunakan sebagai bahan untuk merancang kegiatan penguatan kapasitas yang lebih sesuai dengan persoalan yang dihadapi koperasi.

Melalui pendekatan tersebut, penguatan KDMP di Kabupaten Lumajang diarahkan untuk membangun kemampuan pengurus secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing koperasi.(har)

 


Posting Komentar

0 Komentar